KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Tekanan rendah di wilayah Utara Australia mempengaruhi kondisi cuaca di Maluku, beberapa hari kedepan.
Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, Ot Oral Sem mengatakan, kondisi ini menyebabkan pumpunan massa udara di wilayah Maluku, serta fase konvektif MJO pada kuadran 4, yang meningkatkan potensi terbentuknya awan hujan lebih tinggi.
Menurutnya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpeluang terjadi di laut Arafuru bagian Timur, Kota Tual, kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Maluku Barat Daya (MBD).
Adanya awan gelap (cumulonimbus) di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang. Angin umumnya bertiup dari arah Barat Daya-Barat Laut dengan kecepatan terbesar 20 kots (40 Km/jam).
Gelombang laut kata dia, berpeluang mencapai 2,5 meter terjadi di perairan Kepulauan Sermata, Kabupaten MBD hingga Kepulauan Tanimbar, kabupaten MTB, perairan Kepulauan Kei hingga Kepulauan Aru, perairan Selatan Ambon dan laut Banda. ”Sedangkan, suhu bervariasi 21 hingga 31 derajat Celcius dan kelembaban 65 hingga 100 persen,” kata Ot di Ambon, kemarin.



























