Sekilas Info

2 Aleg Asal MBD Dikecam

IstimewahKantor DPRD Maluku

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Janji dua anggota DPRD Maluku, masing-masing Anos Jermias dan Semi Letelay, agar modal transportasi laut di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), lancar, murah, dan nyaman, akhirnya dikecam warga setempat.

Pasalnya, warga yang hendak berlayar ke daerah itu sering kesulitan, karena kapal penumpang terbatas. Begitu juga, kapal penumpang yang berlayar ke MBD, tidak nyaman selama pelayaran.

“Kami sangat menyayangkan pernyataan pak Anos dan pak Letelay, yang berjanji perjuangkan kapal yang memadai untuk berlayar ke MBD,’’kata Charles salah satu warga MBD kepada Kabar Timur, kemarin.

Anos dan Semi dari daerah pemilihan MTB-MBD ini, kata dia, bahkan mereka sesumbar kalau saat ini menjadi pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Maluku, yang membidangi perhubungan. “Ketika itu mereka mengaku, kalau mereka bertugas di Komisi C, jadi sudah pasti kapal lancar ke MBD,’’kesalnya.

Buktinya, sebut dia, saat ini warga MBD mulai kesulitan berlayar ke daerah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste itu. “Kita mau berangkat saat ini kapal sulit. Padahal, kita ingin berangkat untuk merayakan Natal dan Tahun Baru,’’terangnya.

Soal, KM Santika 77 yang rutin berlayar didaerah itu, dia mengaku, kapal tersebut sering melayari MBD. Hanaya saja, kesal dia, harga tiket kapal itu sangat memberatkan. “Coba bayangkan, setiap calon penumpang harus merogoh kocek sebesar Rp 400 ribu lebih. Padahal, banyak calon penumpang yang tidak mampu,’’bebernya.

Tak hanya itu, lanjut dia, selain tiket mahal, para penumpang tidak mendapat makan selama pelayaran. Begitu juga, kata dia, kebanyakan penumpang tidak mendapat tempat tidur sehingga tidur bersama barang atau ternak di dek kapal. “Ini yang kami sesalkan. Mesti ada perhatian serius, agar tiket murah dan nyaman selama pelayaran. Harga makanan juga sangat mahal.

Dia juga menyoroti, kecepatan kapal itu selama berlayar. dikatakan, selama ini kapal itu masuk kategori kapal cepat. Hanya saja, kesal dia, kapal itu kecepatanya tidak sesuai dengan sebutan kapal tersebut.

‘’Kapal itu tidak laju. kami dengar kecepatanya dikurangi. Ada unsur bisnis diatas kapal.Kapal itu orientasi bisnis ketimbang pelayanan maksimal kepada para penumpang. Nah, selama ini tidak disikapi. Padahal, sering warga mengeluh,’’sebutnya.

Dia membandingkan KM Sabuk Nusantara 48 masih beroperasi, menurut dia, warga lebih memilih menumpang kapal tersebut berlayar menuju MBD. Ini karena tiket kapal tersebut terjangkau dan murah.

“Setelah kapal itu naik doking, kami terpaksa memilih menumpang Km Cantika 77. Kami tidak tahu kapan kapal itu beroperasi lagi. Padahal, kapal itu sudah lama doking. Kalau kapal itu beroperasi kami lebih memilih menumpang kapal tersebut,’’jelasnya.

Untuk itu, dia berharap, Anos dan Semi, lebih konsisten untuk menepati janji agar kapal yang berlayar didaerah itu mudah dijangkau dan mengutamakan kenyamanan.’’Apalagi, pak Anos ketua komisi C. begitu juga dengan pak Semi sama-sama dari komisi C.

Mestinya, mereka mesti getol memperjuangkan kapal yng lebih nyaman dan terjangkau bagi konstituenya di MBD,’’pungkansya.
Sementara itu, Anos ketika dihubungi beberapa kali terkait persoalan transportasi di MBD, enggan menjawab panggilan Kabar Timur. (KTM)

Penulis:

Baca Juga