KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Maluku kerap di cap rawan satu dan dua, dalam setiap penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia. Tapi di Tahun 2019 mendatang, Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di Maluku turun ke urutan 4, setelah sebelumnya berada di posisi 2.
Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku, Abdullah Ely, mengaku, turunnya tingkat kerawanan itu karena terdapat empat barometer. Diantaranya sosial dan politik, penyelenggaraan yang adil dan tidak memihak, peserta atau kontestan Pemilu, dan partisipasi masyarakat untuk memilih.
“Empat barometer itu yang kemudian pada IKP tahun 2019 yang dikeluarkan pertanggal 25 September 2018 lalu, menempatkan Maluku di urutan ke 4,” ungkap Abdullah Ely, kepada Kabar Timur, Kamis (13/12).
Turunnya IKP Maluku ke urutan 4, merupakan sebuah prestasi yang diraih masyarakat Maluku, KPU, Bawaslu, pihak keamanan TNI/Polri, tim sukses dan seluruh stake holder lainnya. “Keberhasilan ini diraih karena kita sama sama mengawal dan membentuk tim bersama,” ujarnya.
Dikatakan, tim bersama yang dibentuk kemarin bertujuan untuk mendapatkan informasi dini. Sehingga jika terjadi gejolak atau masalah-masalah di lapangan, bisa segera diselesaikan. “Nah ini juga termasuk salah satu barometer keamanan. Katong (kita) bisa menyelesaikan pemilihan Gubernur, Bupati, Walikota, dengan aman dan damai,” jelasnya.



























