KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Lembaga pendidikan tinggi kejuruan seperti Politeknik Negeri Ambon patut “dihajar” dengan informasi publik sebagai perguruan tinggi dengan sarat masalah. Pasalnya, kerap dilanda kasus korupsi bertubi-tubi, namun tidak menjadikan para pimpinan Poltek bergeming.
Ibarat peribahasa anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Fenomena terakhir yang membuat siapapun bakal geleng kepala adalah “tour wisata” yang dikemas dalam bentuk perjalanan dinas dalam rangka MoU ke Malaysia. Konon kepada sejumlah civitas akademika Poltek tersebut, Direktur Poltek Dedi Mairuhu bilang, perjalanan ke Malaysia merupakan program Poltek Negeri Ambon yang ada di DIPA.
“Bung tulis, perjalanan dinas pimpinan Poltek beserta 4 pimpinan jurusan katanya menggunakan dana yang ada di dalam DIPA. Omong kosong. Itu tidak ada dalam DIPA, ini temuan. Mereka pakai dana PNBP yang notabene berasal dari uang semester mahasiswa,” ungkap sumber Kabar Timur Poltek Negeri Ambon, Sabtu pekan kemarin.
Dengan demikian patut diduga, kata sumber, perjalanan dinas tersebut berpotensi korupsi atau paling tidak penipuan terhadap lembaga Poltek sendiri. “Kita minta Jaksa dan Polisi periksa mereka setelah kembali. Enaknya, jalan-jalan ke Malaysia, sementara mahasiswa tidak bisa wisuda, sedang Unpatti sudah. Sangat memalukan, nurani tidak ada gara-gara hanya ingin lihat Malaysia. Seng ada nurani apalagi jalan-jalannya di Malaysia itu diposting di facebook lagi,” kesal sumber yang minta namanya tidak dikorankan.
Sementara itu Direktur Poltek Dedy Mairuhu berkali-kali dihubungi hingga tadi malam belum berhasil dimintai konfirmasi. Terutama soal DIPA dan dugaan penggunaan dana Pendapatan Negara Bukan Pajak Negara alias PNBP yang belum diketahui totalnya itu digunakan dalam rangka MoU ke Malaysia. Padahal bukan hanya ini, sejumlah informasi yang masih simpang siur butuh konfirmasi namun tidak ada respon telepon dari pimpinan Poltek itu.



























