Sekilas Info

Hujan Sesaat, Kota Ambon “Dibanjiri” Sampah

Warga memungut sampah yang berserakan di ruas jalan Sultan Hasanudin, Tantui, Ambon, Senin (3/12). Hujan deras membuat selokan yang dipenuhi sampah meluap ke badan jalan raya. YONGKER/KABAR TIMUR

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Tidak lebih satu jam diguyur hujan lebat, sejumlah titik di kota Ambon dipenuhi sampah yang meluap dari selokan.

Buruknya drainase dan masih minimnya kesadaran warga membuang sampah pada tempatnya menjadi penyebab terjadinya “banjir” sampah di Kota Ambon.

Beberapa titik di ruas jalan raya, Senin (3/12) dipenuhi sampah yang meluap dari selokan, seperti di kawasan Kebun Cengkih, Air Kuning, Tantui, Batu Merah dan sejumlah ruas jalan di pusat kota Ambon.

Sampah yang berserakan di jalan raya menjadi pemandangan tak sedap juga mengganggu pengguna jalan raya. Sampah didominasi sampah plastik seperti bekas air minum kemasan dan botol plastik dari berbagai merk minuman ringan.

Ketika melintas, Kabar Timur melihat ruas jalan Sultan Hasanudin, Tantui dipenuhi sampah. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan tersebut sedikit terhambat.

Aneka macam sampah plastik serta ranting kayu berserakan di badan jalan raya. Bukan itu saja, sampah juga mengeluarkan aroma tak sedap.

Untuk memperlancar arus lalulintas, warga bergerak membersikan sampah yang berserakan di badan jalan.

Salah satu warga Tantui, Erni mengatakan, ini menjadi pemandangan biasa saat hujan deras. Menurutnya selain buruknya sistem drainase, masih ada warga setempat belum juga memiliki kesadaran penuh membuang sampah pada tempatnya.

“Yang kena dampaknya kan kita warga di Tantui bagian bawah. Setiap kali hujan turun, sampah dari atas akan mengikuti aliran air dan menumpuk di kita. Meski sudah diimbau terus-menerus buang sampah pada tempaknya bukan di got (selokan), tetap saja tapi warga belum menyadari itu,” kesal Erni.

Warga Tantui lainnya, Arman mengaku kesal dengan dibuatnya penyaringan pada gorong-gorong yang dibangun Pemerintah Kota Ambon. Menurutnya penyaringan ini yang menahan aneka macam sampah sehingga ketika air meluap di gorong-gorong, sampah menyebar ke badan jalan raya. “Warga sudah usulkan jangan lagi dibuat penahan atau penyaringan. Tapi usulan itu tidak direspon. Sekarang kejadian seperti ini,” ujarnya.

Arman juga prihatin dengan kurangnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, membuang sampah sembarangan akan mendatangkan dampak buruk, namun masyarakat belum juga menyadarinya.

“Masyarakat ini ada yang masih belum sadar. Pemkot Ambon sudah membangun tempat pembuangan sampah, tapi masih saja ada yang membuang tidak pada tempatnya. Ketika musim hujan, yang susah kan kita sendiri,” jelasnya.

Bagi dia, warga yang membuang sampah di sembarangan tempat harus dikenakan sanksi berupa denda untuk memberikan efek jera. Sebab, jika dibiarkan persoalan sampah ketika musim hujan tidak pernah ada habisnya. “Menurut saya, warga yang buang sampah sembarangan itu harus diberi sanksi atau denda. Tujuannya supaya ada efek jera bagi yang lain,” kuncinya. (MG3)

Penulis:

Baca Juga