Sekilas Info

Bayi Pengidap Hidrosefalus Ini Butuh Pertolongan

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Malang nian nasib Samuel Warella. Bayi laki-laki berusia tiga bulan ini, harus menjalani hidup dalam perawatan medis akibat pembengkakan kepala yang dideritanya.

Samuel menderita hidrosefalus, yaitu penumpukan cairan pada rongga otak atau yang disebut dengan ventrikel. Cairan ini akan terus bertambah sehingga ventrikel di dalam otak membesar dan menekan struktur dan jaringan otak di sekitarnya.

Samuel adalah putra dari Mesak Warella (32) dan Debora Purimahua (30), warga Desa Tuhaha, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.

Samuel kini dirawat di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon. Dokter mendiagnosa Samuel menderita penyakit hidrosefalus. Jenis penyakit ini disebabkan oleh infeksi tali pusar.

Menurut keterangan ibunda Samuel, Debora Purimahua pembengkakan kepala yang dialami anaknya mulai terjadi saat berumur 25 hari. Debora dan suaminya panik dengan kondisi tersebut akibat tak punya biaya untuk membawa anaknya ke rumah sakit. Terpaksa menggunakan obat-obatan tradisional untuk mencoba menyembuhkan buah hatinya.

Namun upaya itu gagal. Lima hari kemudian, kepala Samuel makin membengkak. Jika sebelumnya pembengkakan itu hanya terjadi di bagian atas kepala, kini mulai merembes hingga ke bagian wajah.

Berkat uluran tangan dari pihak keluarga, Samuel dibawa ke RSUD Masohi pada 13 Oktober 2018 untuk pemeriksaan medis.

“Di rumah sakit Masohi dokter hanya melakukan pemeriksaan dan berikan obat. Katong (kita) disuruh pulang dan harus kembali periksa ulang pada 26 November,” tutur Debora kepada Kabar Timur, Minggu (2/12).

Sekembali dari RSUD Masohi, pihak keluarga mengurus BPJS Mandiri. Pada 26 November, Samuel dibawa kembali ke RSUD MAsohi. Dan menjalani rawat inap selama empat hari. Karena kondisinya semakin kritis, pada 30 November melalui bantuan Yayasan Berkat Ambon, Samuel dirujuk ke RSUD Dr M. Haulussy Ambon.

“Menurut dokter di RSUD Haulussy, Samuel harus secepatnya di rujuk lagi ke Makassar atau Jakarta. Jujur, beta sangat ingin, beta punya anak lekas sembuh. Tapi kalau ke Jakarta itu, katong rasa barat. Sekarang beta deng keluarga pusing pikir untuk membawa anak kami berobat ke luar daerah,” kata Debora lirih.

Atas keterbasan biaya tersebut Debora hanya bisa pasrah. Dia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Malteng maupun Provinsi Maluku atau pihak lain bisa membantu proses pengobatan Samuel. (KT)

Penulis:

Baca Juga