KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Gubernur Maluku, Said Assagaff akhirnya buka suara menjawab tuntutan aksi demonstrasi yang dilakukan Save Kilmury 26 November kemarin di kantor Gubernur Maluku dan kantor DPRD Provinsi Maluku.
Ditanyai awak media di kantor Disperindag Maluku, Selasa (27/11), Gubernur mengatakan seharusnya, janji-janjinya kepada masyarakat Kilmury Kabupaten SBT sudah dianggarkan oleh masing-masing dinas.
Bahkan, Gubernur juga menyerukan agar persoalan ini ditanyakan kepada Sekda Maluku. “Tanya di Sekda. Janji saya dicatat dinas-dinas, mestinya mereka sudah anggarkan itu, kan janji 2017, 2018 study dulu. Sekarang fisik harus ada study lingkungan, Amdal satu tahun, tidak mungkin Amdal kita barengi dengan fisik, ada desain, baru akan kita lanjutkan, kalau tidak kita kena pelangaran,”jelas Gubernur.
Disinggung ada permintaan dari masyarakat Kilmury berupa sarana prasarana infrastruktur jalan, listrik maupun telekomunikasi, Gubernur mengatakan harus bersabar. Hal itu dikarenakan saat ini keuangan negara dalam kondisi terbatas.
“Silahkan itu hak mereka, Camat juga sudah datang ke saya, kalau listrik saya sudah sampaikan Indonesia Terang di 2021, Maluku juga akan terang di 2021, sabarlah. Negara punya uang terbatas, kita prioritaskan mana yang paling prioritas, yang jelas 2021 Maluku terang,”tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan mahasiswa tergabung dalam gerakan Save Kilmury mendemo Kantor Gubernur Maluku.
Mereka menuntut perhatian pemerintah daerah soal ketertinggalan pembangunan di salah satu wilayah paling terisolir di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) itu. Dalam demo tersebut, Gubernur Said Assagaff disebut telah menyebar hoax atau kabar bohong soal Kilmury.
“Apakah itu bukan hoax? Sudah sampai akhir masa jabatan Pak Assagaff, katanya Kelmury akan dikepung pembangunan infrastruktur. Tapi realisasi perkataan Pak Assagaff tidak pernah ada. Makanya kami datang untuk tagih janji,” kata Ibrahim dalam orasinya di depan Kantor Gubernur Maluku, Senin (26/11).



























