KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Seram Timur (SBT) khususnya kecamatan Watubela, Kesui dan Teor (Wakate) menggelar aksi damai di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Kamis (22/11).
Aksi tersebut menuntut DPRD Maluku melihat persoalan transportasi laut yang hingga kini masih di terjadi di tiga kecamatan tersebut.
Koordinator aksi, Hidayat Wara Wara dalam orasinya mengatakan, masyarakat Wakate layaknya anak tiri di provinsi Maluku. Betapa tidak, meskipun transportasi laut telah menjadi persoalan puluhan tahun lamanya, namun etikad baik pemerintah untuk menyelesaikan persoalan itu seakan tidak pernah ada.
“Harus ada perimbangan dong. Kok daerah lain mendapatkan kapal laut yang layak, sementara kita di Wakate tidak pernah ada. Kalaupun ada, itu kapal bekas yang tidak layak digunakan lagi. Makanya, kami datang ke DPRD menuntut anggota yang terhormat bisa memperjuangkan dan menyelesaikan persoalan yang terjadi di daerah kami,”tegas Hidayat.
Menurutnya, selama itu wilayah Wakate terisolasi akibat tidak adanya sarana tranportasi laut. Dampaknya, tiga kecamatan tersebut terjadi kelangkaan sejumlah bahan pokok.



























