Sekilas Info

Dua Oknum Polisi Terancam Dipecat

ILUSTRASI Dok/Kabartimurnews

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Diduga bermain bersama penambang ilegal di pertambangan emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, dua oknum polisi terancam dipecat secara tidak hormat. Keduanya kini diproses Propam Polda Maluku.

Satu sudah terbukti terlibat, satunya belum. Sayangnya, siapa identitas dua oknum yang diduga telah berkhianat pasca penutupan pertambangan GB, yang dipimpin Kepala Polda Maluku Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa, masih dirahasiakan. Namun ke dua oknum itu diketahui bertugas di Polres Pulau Buru dan Polsek Waeapo.

“Dari dua oknum yang diperiksa, satunya sudah ditahan, karena 100 persen terbukti. Dan ini sudah pasti dibawa ke Peradilan Umum, selain dari kode etik dan disiplin. Jadi nanti dilihat posisi kasusnya. Pak Kapolda sudah berkomitmen, dan jangan ragu dengan komitmen beliau,” tegas Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Muhamad Roem Ohoirat, Kamis (15/11).

Propam Polda Maluku,masih terus menyelidiki peran dua oknum Polri tersebut. Keterlibatan mereka terungkap setelah Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrimsus) Polda Maluku, melakukan penyelidikan terhadap beberapa tersangka kasus dugaan penambangan ilegal di lokasi GB, beberapa waktu lalu.

“Satu sudah terbukti setelah menjalani pemeriksaan di Propam Polda Maluku. Namun apa peran yang satunya lagi masih dalam tahap penyelidikan. Untuk nama mereka belum tahu, nanti saya cek dulu,” tambah juru bicara Polda Maluku ini.

Sebelumnya, Kapolda telah mengingatkan anak buahnya, untuk tidak berkhianat atau mengijinkan penambang, masuk diam-diam di areal pertambangan emas Gunung Botak (GB), Kabupaten Buru. Bila ketahuan, dirinya tidak segan menindak tegas.

Pernyataan tegas itu dikeluarkan setelah Orang Nomor 1 Polri di Maluku, ini mendengar adanya desas desus kembalinya sejumlah penambang emas secara diam-diam, pada malam hari, pasca ditutupnya GB  sejak 13 Oktober 2018.

“Kalau dia (penambang) coba-coba, maka kita juga akan coba-coba dia. Kita akan tangkap. Saya juga ada dengar itu. Dan jangan sampai ada oknum-oknum (anggota) yang terlibat, maka hukumannya bisa dua kali lipat dari masyarakat,” tegas Lumowa kepada wartawan, usai memimpin kegiatan serah terima jabatan lima pejabat Polda Maluku pada 1 November 2018.

Bagi Kapolda, sikap tegas yang disampaikan, bukan sebuah ancaman belaka. Sebab, dirinya memastikan akan menindak tegas sejumlah oknum anggota polisi yang kedapatan membekengi para penambang. “Ini saya bukan mengancam, tapi saya akan melakukan itu. Kalau ada udang di balik batu atau berkhianat maka hukumannya akan lebih dari pada masyarakat pada umumnya,” egasnya lagi. (CR1)

Penulis:

Baca Juga