KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Pemerintah Provinsi Maluku membentuk tim memperjuangkan nasib ribuan pelamar CPNS menghadap pemerintah pusat.
Pembentukan tim ini setelah digelarnya rapat koordinasi pelaksanaan seleksi CPNS 2018 dan evaluasi hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS 2018 di Kantor Gubernur, Jumat (9/11), menindaklanjuti hasil SKD, CPNS, dimana tingkat kelulusan di Maluku jauh dibawah kouta yang ditentukan.
Rapat dihadiri Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Walikota Tual Adam Rahayaan, Bupati Seram Bagian Timur Mukti Keliobas, Bupati Buru Selatan Tagop Sudarasono, Wakil Bupati Seram Bagian Barat Nus Akerina, Wakil Bupati Kepulauan Aru.
Menurut Wakil Gubernur, Zeth Sahuburua, tim ini dibentuk atas kesepakatan bersama Bupati dan Walikota se-Maluku, membicarakan permasalahan tersebut bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negera – Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) dan Presiden Joko Widodo atau Wakil Presiden Jusuf Kalla.
“Kalau kita biarkan, anak-anak kita yang sudah tamat dari Perguruan Tinggi (PT) tidak bisa bikin apa-apa. Saya kira kita punya kewajiban. Jadi tidak saling salah menyalahkan tetapi mencari jalan keluar kira-kira bagaimana baiknya, sehingga anak-anak kita yang terdaftar baik di kabupaten/kota seluruh- Maluku maupun di provinsi bisa kita atasi,”ujar Sahuburua usai memimpin rapat yang berlangsung di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Jumat (9/11).
Menururnya, rendahnya tingkat kelulusan SKD dikarenakan Passing Grade-nya terlalu tinggi, yang terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) nilai 75, Tes Intelijensi Umum (TIU) nilai 80, dan Tes Kepribadian (TKP) nilak 143.



























