KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy meminta Pemerintah Pusat mengevaluasi hasil tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018.
“Seleksi CPNS di seluruh Indonesia, terutama di provinsi Maluku merupakan masalah serius yang harus ditangani, mengingat jumlah peserta yang lulus passing grade atau nilai ambang batas sangat sedikit dari formasi yang ditetapkan,” kata Richard di Ambon, Rabu (7/11).
Menurutnya, hal ini menjadi masalah yang dihadapai seluruh pelamar CPNS yang telah mengikuti seleksi. Untuk kota Ambon hingga hari ketiga pelaksanaan baru 20 dari 2.259 peserta yang lulus seleksi administrasi.
“Sebagai walikota saya prihatin dan keberatan karena standar passing grade nasional sangat tinggi, padahal secara realita infrastruktur di setiap daerah berbeda. Di Indonesia bagian barat tentu berbeda dengan bagian timur karena mereka sudah terbiasa dengan sistem komputerisasi,” ujarnya.
Dia mengaku telah melaporkan ke Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Zeth Sahuburua untuk segera melakukan rapat khusus membicarakan proses seleksi CPNS yang telah dilakukan.
Rapat evaluasi akan dilakukan untuk membahas hasil tes CPNS, karena syarat yang ditentukan yakni passing grade yang sangat tinggi.
Tes SKD CPNS yang menjadi penilaian, yakni peserta jalur umum 143 untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelejensi Umum (TIU) 80 dan nilai 75 untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan waktu tes 90 menit.



























