Sekilas Info

Tim Gabungan Kembali Sisir GB

Istimewa/KABARTIMURNEWS

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Menindaklanjuti keresahan masyarakat terhadap masih adanya para penambang ilegal melakukan aktivitasnya secara tersembunyi, Kepala Polda Maluku Irjen Pol. Royke Lumowa, memerintahkan anak buahnya kembali melakukan penyelidikan dan penertiban di Kawasan tambang Emas Gunung Botak (GB), Kabupaten Buru.

Tim gabungan dipimpin Kapolres Pulau Buru, AKBP. Ricky Purnama, kembali menyisir kawasan GB, dan sekitarnya. Dalam operasi tersebut, tim menemukan sejumlah bak rendaman yang masih aktif.

“Tadi (kemarin) pagi Kapolres Buru memimpin apel gabungan untuk penyisiran di Gunung Botak. Tim terdiri dari 1 regu Pom TNI, 1 platon Kodim 1502 Namlea, 2 platon Brimob dan gabungan Polres, serta 1 platon dari Satpol PP,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Muhamad Roem Ohoirat, kepada wartawan, Selasa (6/11).

Operasi penertiban GB dimulai dari Jalur D hingga turun di Sungai Anahoni. Selain menggunakan senjata lengkap, tim juga membawa alat berat. “Dalam razia itu terdapat beberapa rendaman yang masih aktif. Tim kemudian menggunakan alat berat untuk melakukan pembongkaran terhadap bak-bak rendaman tersebut,” ujar Ohoirat, sore hari kemarin.

Menurutnya, penertiban kali ini bukan lagi bersifat himbauan, tapi lebih kepada penindakan sesuai aturan yang berlaku. Razia dilakukan karena diduga, para penambang masih beraktivitas dengan melalui jalur tersembunyi. “Saat ini tim gabungan melakukan razia di sana, karena masih ada satu, dua orang para penambang yang naik melalui jalur-jalur tikus. Dan dipastikan hari ini (kemarin) sudah tidak ada,” jelasnya.

Kapolda, tambah juru bicara Polda Maluku, ini telah berkomitmen untuk membersihkan kawasan GB dari para penambang ilegal. Bukan saja masyarakat biasa, tapi juga terhadap oknum anggota yang diketahui membakengi penambang. “Siapapun yang mencoba untuk kembali melaksanakan aktivitas akan ditindak tegas, termasuk anggota. Bahkan jika kedapatan anggota main maka akan diambil tindakan tegas berupa pemecatan,” tegasnya.

Polda Maluku menyampaikan terimakasih kepada masyarakat maupun wartawan, yang telah memberikan informasi adanya aktivitas penambangan emas ilegal tersebut. “Kami menyampaikan terimakasih baik kepada masyarakat maupun rekan-rekan wartawan yang telah menyampaikan segala bentuk informasi di lapangan. Bapak Kapolda sudah memerintahkan anggota untuk melakukan pengecekan terhadap informasi tersebut,” katanya.

Mantan Wakil Direktur Krimum Polda Maluku ini berharap, kedepan pihaknya akan lebih intens melakukan pengawalan terhadap para penambang ilegal. “Dan dipastikan kedepan, sudah tidak ada lagi. Kami minta agar masyarakat maupun rekan-rekan dapat menyampaikan informasi di lapangan. Karena pak Kapolda telah berkomitmen untuk membersihkan penambang ilegal,” tandasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga