Sekilas Info

Siswi SMA Dihamili Ayah Angkat

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Sisiwi kelas II SMA di Kota Ambon berinisial BS, berbadan dua. Gadis 16 tahun itu dihamili GS (46), ayah angkatnya sendiri. Kasus ini terungkap dari seorang guru, setelah melihat wajah korban pucat dan sering mual di dalam kelas. Usut punya usut, pelaku bejat, akhirnya di penjara.

Korban dipaksa melayani pelaku tak senonoh itu sejak tahun 2017 hi-ng--ga ketahuan pada Oktober 2018. Ke-gadisannya dirampas disebuah gu-buk kecil yang berada di tengah hutan, kawasan tempat tinggalnya, Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Hubungan diam-diam bak sepasang suami istri ini sering dilancarkan pelaku, hingga membuat korban, kini hamil muda. Korban tak mampu berbuat apa-apa, karena diancam pelaku.

“Jadi kasus ini diketahui oleh seorang ibu guru. Ibu guru curiga karena melihat wajah korban pucat dan sering mual di dalam kelas,” ungkap Sumber di Polres Ambon yang enggan memakai identitasnya kepada wartawan, Kamis (11/10).

Melihat perilaku korban yang mulai berubah, guru wali kelas itu kemudian mendekati dan menanya-kan kondisi anak murid-nya tersebut. Korban selalu mengelak, hingga akhirnya dibawa ke sebuah apotik.

“Korban selalu menjawab tidak apa-apa saat ditanya. Karena meyakini bahwa korban hamil, guru itu lalu membawanya ke apotik dan membeli alat tes kehamilan. Setelah di cek, ternyata korban positif hamil,” jelasnya.

Buah hati yang berada di dalam kandungan korban merupakan hasil hubungan gelap bersama ayah angkatnya. Hal itu diketahu setelah korban berterus terang. “Istri pelaku kemudian di panggil oleh guru korban dan menyampaikan semua yang sedang dialaminya. Korban mengaku jika pelaku memaksanya dari tahun 2017 sampai 2018,” kata Sumber Kepolisian ini.

Mendengar penjelasan guru, ibu angkat korban tidak terima dan langsung memberitahukan kepada kakaknya. Ibu kandung korban adalah kakak dari ibu angkatnya. Kasus persetubuhan terhadap anak dibawa umur itu dilaporkan oleh ayah kandung korban sendiri.

“Korban sudah kami tahan kemarin (Rabu, 10/10). Dia dikenakan Pasal 81 UU no 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tandasnya.

Untuk diketahui, sejak dilahirkan, korban diambil dari orang tua kandung. Adalah pelaku dan istrinya. Korban diambil untuk dijadikan sebagai anak angkat. Sebab, tiga anak pelaku semuanya laki-laki. Korban merupakan anak dari kakak kandung ibu angkatnya.

Semenjak hidup bersama, korban telah dianggap sebagai anak kandung. Menjadi gadis semata wayang dalam keluarga, korban sangat dimanja, serta disayangi oleh pelaku dan anak-anaknya. Belasan tahun sudah, pelaku yang dianggap sebagai ayah kandung sendiri, berubah menjadi petaka. Pesona tubuh korban membuat pelaku tak mampu membendung pikiran bejatnya. Ia tega memaksa korban untuk memuaskan hawa nafsunya.

Paur Subbag Humas Polres Ambon, Ipda Yahya Leinussa, yang hendak di konfirmasi wartawan di ruang kerjanya, tidak berada di tempat. (CR1)

Penulis:

Baca Juga