Sekilas Info

Korupsi Repo, Rolobessy Diperiksa Pekan Depan

Istimewa/Kabartimur

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON - Mantan Dirut Bank Maluku Idris Rolobessy yang sudah jadi terpidana kembali dipanggil untuk pemeriksaan selaku tersangka di perkara lain. Ikut bersama dia, Izaac Baltazar Thenu, mantan Direktur Kepatuhan pada bank tersebut.

Panggilan untuk Rolobessy dan Thenu dijadwalkan pekan besok, tapi belum pasti untuk kepentingan apa. Kasipenkum Kejati Maluku Samy Sapulette yang hanya mengaku pekan besok, tanpa menyebut hari dan tanggal pemeriksaan menyatakan tidak dapat memastikan apakah, pemanggilan IR dan IT berarti tim Pidsus Kejati ingin menyasar calon tersangka lain. “Kalau untuk yang itu tentunya saya harus tanyakan kepada penyidiknya,” elak Samy dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat sore kemarin.

Mandeknya pencapaian kerja tim Pidsus Kejati memang menuai sorotan tajam. Apalagi, bocoran nama-nama calon tersangka perkara Reverse Repo Obligasi yang merugikan pihak Bank Maluku sebesar Rp 238,5 miliar itu telah beredar.

Bocoran nama-nama calon  tersangka itu masing-masing Dirut Dirk Soplanit, Direktur Pemasaran dan Kredit Wellem Patty dan Kadiv Treasury Edmon Martinus. Namun setelah diumumkan oleh Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) yang waktu itu dipegang Lederik MV Takendengan muncul dua nama yang tak diduga sebelumnya. Yaitu Idris Rolobessy dan Izaac Baltazar Thenu.

Namun anehnya, seperti apa peran Idris Robessy dan Izaac Thenu dalam perkara, tidak pernah diungkap oleh Lederik Tekendengan hingga dirinya dinonjob oleh Kejaksaan Agung RI dan dimutasikan.

Setali tiga uang dengan Lederik, penggantinya Abdul Hakim yang kini menjabat Kasidik Kejati Maluku hanya mengungkapkan informasi yang tidak lengkap soal peran Rolobessy dan Thenu. Abdul Hakim menyatakan, pengembalian kredit oleh PT AAA Sekuritas pimpinan Andri Rukminto macet tidak lama setelah Idris Rolobessy menjabat Dirut Umum Bank Maluku tahun 2014 lalu.

“Coba lihat, kapan transaksi itu macet, September 2014 to? padahal sebelum Idris Rolobessy, pengembaliannya lancar saja kok. Gimana orang lain dijadikan tersangka? “ kilah Kepala Seksi Penyidikan Kejati Maluku, kepada Kabar Timur medio September lalu.

Dari dokumen yang dikantongi Kabar Timur, peran Idris Rolobessy dan Wellem Patty terang benderang seperti matahari di siang bolong. Peran keduanya, lebih beresiko menimbulkan kerugian bank daripada peran Idris Rolobessy dan Izaac Thenu yang justru ingin menyelamatkan modal milik bank bernilai ratusan miliar rupiah itu.

Dari dokumen, terungkap kalau transaksi Reverse Repo merupakan ide nekat Dirut Dirk Soplanit yang dimotori Direktur Pemasaran dan Kredit Bank Maluku Wellem Patty. Di Hotel Mulia Jakarta, Wellem Patty bertemu bos PT AAA Sekuritas Andri Rukminto, untuk membicarakan kerjasama terkait Reverse Repo Obligasi.

Diduga kuat, transaksi ini terjadi tanpa memenuhi berbagai persyaratan. Salah satunya underlying asset atau jaminan modal yang harus disiapkan PT AAA Sekuritas ternyata tidak ada. Kedua pejabat Bank Maluku itu terkesan tidak hati-hati.

Sebut saja sebuah surat dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor : SR-8/KO.652/2014-Dir yang  bersifat segera. Kepala OJK Provinsi Maluku Laksono Dwionggo meminta Gubernur Maluku selaku pemegang saham pengendali PT BPD Maluku-Malut agar segera melakukan upaya-upaya untuk mengurangi potensi kerugian.

Dalam dokumen ini, OJK menyebutkan jumlah potensi kerugian bank sampai tanggal 26 Nopember 2014 telah mencapai Rp 243.837.092.730.- dari transaksi Reverse Repo PT Bank Maluku-Malut dengan PT Andalan Artha Advesindo Sekuritas (PT AAA Sekuritas).

Hebatnya lagi, dalam dokumen OJK dimaksud, ternyata transaksi yang dilakukan itu tidak terdapat underlying asset atau jaminan modal dari PT AAA Sekuritas atas transaksi tersebut. “Sehingga transaksi ini dapat berpengaruh terhadap laba tahun berjalan bank,” kata Dwionggo.

Dalam suratnya ke Gubernur Maluku, Dwionggo juga mengingatkan agar manajemen dan seluruh pemegang saham menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. “Sehingga peristiwa serupa tidak terjadi kembali di masa datang,” tulis Dwionggo pada surat yang ditembuskan ke Direksi dan Komisaris PT BPD Maluku-Malut itu. (KTA)

Penulis:

Baca Juga