Sekilas Info

Kodam Pattimura Bantu Rp 300 Juta untuk Palu

RUZADY ADJIS/KABAR TIMURnews

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini berusia 73 tahun. Di momen spesial perayaan hari lahir TNI, 5 Oktober 2018, kemarin, Panglima Kodam XVI/Pattimura Mayor Jenderal TNI Suko Pranoto, menyerahkan bantuan sebesar Rp 300.250.000 untuk korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah.

Ratusan juta rupiah itu diserahkan secara simbolis kepada Aster Kodam Pattimura Kolonel Inf. Ali Aminudin, pada perayaan HUT TNI ke 73 yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Jumat (5/10).

Bantuan yang terkumpul paska terjadinya bencana kemanusiaan hingga perayaan puncak HUT TNI, bukan saja dalam bentuk uang, tapi juga pakaian layak pakai. Semuanya merupakan sumbangan dari keluarga besar Kodam Pattimura.

“Saat kejadian di Palu, saya sampaikan kepada semua prajurit, siapa yang mau sumbang silahkan, Semua bantuan prajurit dan keluarga ditampung. Ada pakaian layak pakai semuanya di tampung,” ungkap Pangdam kepada wartawan, kemarin.

Bantuan kemanusian itu diharapankan dapat mengurangi beban hidup masyarakat Palu, Donggala dan Sigi, yang merupakan tiga wilayah terparah dari insiden bencana alam tersebut. “Untuk dananya kita akan usahakan siang ini (kemarin) kirim. Sementara pakaian-pakaian kita tunggu sampai ada pesawat ke Ujung Pandang,” tambah Jenderal Bintang Dua itu.

Selain uang dan pakaian, bantuan lainnya telah disiapkan Kodam Pattimura. Sebanyak 1 Batalyon akan dikerahkan menuju Palu. Ratusan personel saat ini tinggal menunggu perintah dari Panglima TNI. “Kalau disini (Maluku) belum ada yang berangkat (ke Palu). Nanti yang kita siapkan (bantuan) di Maluku Utara. Karena lebih dekat. Kita sudah siapkan sampai 1 batalyon. Tunggu perintah dari Panglima,” terangnya.

UPACARA HUT TNI 

Sebagai inspektur upacara perayaan HUT TNI ke 73, Pangdam Pattimura Mayjen TNI Suko Pranoto membacakan amanah Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Dalam amanahnya, Panglima TNI pertama tama mengajak seluruh komponen bangsa untuk mendoakan para korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, maupun Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dengan berbagai kompenen bangsa lainnya, TNI telah bekerja, bahu-membahu sekuat tenaga untuk meringankan beban korban bencana alam. TNI sudah mengerahkan personel dan alutsistanya untuk memberikan bantuan dan pertolongan pertama, melaksanakan evakuasi, menyalurkan bantuan, melakukan pengamanan serta memulihkan sarana dan prasarana secara bertahap.

Semua yang dilakukan di lokasi bencana merupakan bentuk dari Profesionalisme TNI. Oleh karena itu, sangat tepat di peringatan HUT ke-73, TNI ini mengusung tema “Profesionalisme TNI untuk Rakyat”. “Tema singkat ini mengandung makna bahwa TNI senantiasa meningkatkan profesionalitasnya melalui berbagai pendidikan, pelatihan, persenjataan, alutisista serta dipenuhi kesejahteraannya oleh negara semata-mata untuk seluruh rakyat Indonesia,” ujar Panglima.

Sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari berbagai tantangan saat ini dan masa depan yang semakin kompleks. Perkembangan politik dan ekonomi serta teknologi global telah menciptakan ruang atau dimensi maupun metode peperangan baru.

Krisis ekonomi yang diikuti dengan percaturan politik global, telah membawa ketidakpastian dan kekhawatiran dalam menjangkau prospek masa depan. Ketidakpastian akibat krisis ekonomi dan kepemimpinan global yang dikatalisasi oleh disrupsi teknologi membawa perang tidak lagi terbatas (restricted war) dalam suatu batas teriotial.

“Perang menjadi tidak terbatas (unrestricted war) masuk ke berbagai dimensi seperti perang ekonomi, perang dagang, perang hukum, perang siber, perang opini dan bahkan akhir-akhir ini kita menyaksikan adanya perang mata uang di berbagai negara,” ungkap Panglima.

Di puncak HUT TNI, Pangdam Pattimura juga memberikan penganugerahan tanda kehormatan Satya Lencana Kesetiaan 24 tahun kepada Kapten Cac M. Amin Arifin dari Kodam XVI/Pattimura. Satya Lencana Kesetiaan 16 tahun Letnan II Laut T. Edward dari Lantamal IX/Ambon. Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun Prajurit Kepala Zandi Zulfan dari Lanud Patimura Ambon. Penganugerahan tanda kehormatan Satya Lencana Kesetiaan itu diberikan berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI, Joko Widodo.

Usai upacara, Pangdam didampingi istri, yang merupakan Ketua Persit Candra Kirana Kodam Pattimura, memotong tumpeng nasi kuning pada acara syukuran HUT TNI ke-73 tersebut.

Mantan Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat ini juga sekaligus membuka pameran Alutsista di Lapangan Merdeka Ambon. “HUT TNI kali ini tidak dilakukan terpusat secara besar-besaran. Perayaan HUT TNI dilakukan Panglima dan pimpinan TNI secara sederhana di wilayah masing-masing,” ungkap Pangdam Pattimura kepada wartawan.

Semua yang dilakukan TNI, hanya untuk kepentingan rakyat. Sebab, TNI berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. “Apa yang kita lakukan semuanya untuk rakyat. Disini kita siapkan semuanya agar rakyat melihat TNI seperti ini,” tandasnya.

KADO SURPRISE POLDA MALUKU

Di hari spesial TNI itu juga, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku, memberikan kado surprise dalam bentuk kue ulang tahun berukuran jumbo. Kue dengan tinggi 2,40 meter dan lebar 1,20 meter ini diberikan Kapolda Maluku Irjen Polisi Royke Lumowa, kepada Pangdam Pattimura, sebagai pimpinan TNI di Maluku.

Pemberian kado kejutan itu melambangkan sinergitas TNI/Polri di Maluku sebagai laboratorium perdamaian di Indonesia.

Kado spesial tersebut, kemudian di potong secara bersama-sama oleh Pangdam, Gubernur Said Assagaff dan Kapolda Maluku. Pangdam kemudian menyuapi kue tersebut kepada Gubernur Maluku serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku lainnya.

Semarak HUT TNI tampak semakin meriah dengan adanya atraksi Gunshu (double stik) dan Young Modo dari prajurit TNI. Selain itu, seluruh alutsista milik TNI Angkatan Darat, Laut dan Udara didatangkan dalam pameran alutsista, hingga menjadi magnet bagi rakyat Kota Ambon. (CR1)

Penulis:

Baca Juga