Sekilas Info

HMI Minta Aktor Utama Korupsi Alkes Diungkap

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON - Ketua HMI Malteng mendukung langkah kepolisian mengusut sejumlah dugaan korupsi di Malteng.  Salah satunya aktor utama korupsi Alkes  yang belum terungkap jadi sorotan. Siapa?

Polres Malteng sedang mengusut intensif sejumlah kasus dugaan penyelewengan APBD tahun 2010-2017 di daerah itu. Salah satunya proyek pengadaan kapal ikan yang dibeli dari mantan Bupati Abdullah Tuasikal seharga Rp 1,4 miliar.

Terkait kasus-kasus tersebut, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Malteng mengingatkan Polres profesional, dan diharapkan semua kasus yang diusut Polres bergulir hingga pengadilan. “Kita mendukung langkah Polres. Semua kasus itu pernah mencuat, tapi tenggelam di Kejaksaan. Kami berharap teroboson Polres ini signifikan,” ujar Ketua HMI Malteng Hermansyah Toyo kepada Kabar Timur, Minggu, kemarin.

Dia mengatakan, sejumlah kasus yang ditangani Polres jangan sampai hanya muncul dipermukaan semata, sementara tidak pernah berujung ke Pengadilan Tipikor.  “Prinsipnya kami mendukung habis langkah-langkah penyelidikan polisi terhadap pelbagai dugaan korupsi yang terjadi di Malteng,” ujarnya.

Selain itu, Toyo mengingatkan, agar aparat penegak hukum juga menuntaskan dugaan korupsi Proyek Alkes di Malteng. “Ada juga kasus dugaan korupsi Proyek Alkes yang patut diusut tuntas.  Sejumlah tersangka sudah ada, tapi aktor utama dari korupsi Alkes yang masih perlu diungkap,”  tegas Toyo.

Terkait masalah ini,  Toyo meminta, kinerja perangkat penegak hukum  yang berjalan profesional. “Siapapun yang terlibat atau terindikasi ada dalam pusaran korupsi Alkes maupun korupsi-korupsi lainnya, harus diungkap transparan,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, informasi yang dihimpun Kabar Timur di Mapolres Malteng menyebutkan, pengusutan skandal dugaan korupsi ditubuh Pemkab Malteng, mulai dari kegiatan infrastruktur, pengadaan hingga APBD yang ditengarai bermasalah masih terus dilakukan.

“Sepi dari sorotan berita media. Tapi, prosesnya jalan terus dan tidak ada istilah berhenti,” tegas salah satu perwira di Mapolres Malteng, kepada Kabar Timur, Jumat, kemarin.  Dia memastikan dari buruan atau pengusutan pihak terkait sejumlah skandal korupsi ada yang progresnya sudah “naik kelas” alias ke penyidikan.

“Kita kerja silent, tapi hasilnya nanti lihat saja, kedepan bakal ada yang terjerat,” sebutnya, tanpa merinci detail kasus apa saja yang telah “naik kelas” dari sekian skandal yang masuk radar penyelidikan Polres Malteng. Menurutnya, penanganan kasus-kasus dugaan korupsi dilakukan pihaknya sama seperti yang dilakukan sejumlah Polres termasuk Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Penelusuran Kabar Timur di Mapolres Malteng menyebutkan, progres penanganan skandal kasus dugaan korupsi yang telah “naik kelas” salah satunya Proyek pengadaan kapal  30 GT APBD Tahun 2010 Rp. 1.447.470.000 PT Danis Mainso. Diproyek ini sejumlah tersangka telah dikantongi polisi bersama bukti-bukti permulaan yang cukup.

Hanya saja, perwira yang tadinya dikonfirmasi terkait informasi itu, masih menolak untuk menjelaskan secara rinci. “Nanti saja, akan dipublis. Ini masih diranah penyidikan dan tersangkanya belum diumumkan. Kalau semua sudah clear pasti akan dipublis. Kita akan undang wartawan. Tunggu saja,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Malteng AKBP Raja Arthur Simamora, sempat sesumbar bakal menuntaskan semua skandal kasus dugaan korupsi yang ditangani pihaknya. “Berkaitan kasus dugaan korupsi yang sedang kami tangani , saya pastikan jika penyelidikan memenuhi unsur hukum akan tetap kita tingkatkan ke penyidikan,’’ tandas Simamora. 

(KTA)

Penulis:

Baca Juga