KABARTIMURNEWS.COM,AMBON – Dampak sepak terjang bos PT Azriel Pratama Sugeng Haryanto alias Tanjung di Kabupaten Seram Bagian Timur ternyata tidak saja “gaduh” soal tender-tender mega proyek di daerah itu, tapi juga dampak lingkungan hidup.
Diestimasi sudah jutaan ton material untuk batu pecah diangkut keluar dari Kali Wailola masih kawasan Kota Bula. Ketika hal ini dikonfirmasikan ke bagian perijinan Galian C Dinas ESDM Provinsi Maluku, ternyata perusahaan punya Tanjung tidak ada dalam list perusahaan yang mengantongi ijin galian tersebut.
“Kali Wailola? tidak ada tuh, perusahaan yang punya ijin di situ, termasuk PT Azriel Pratama atau apa itu, tidak ada,” akui Kepala Seksi Perijinan Dinas ESDM Provinsi Maluku Jeny Pattikawa kepada Kabar Timur dimintai keterangan, Jumat, kemarin.
Meski berdampak luas terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, Jeny Pattikawa enggan memastikan langkah apa yang akan diambil pihak Dinas ESDM Provinsi Maluku. “Kalau sudah bicara kebijakan, itu tanya ibu Kadis boleh, bukan katong di sini, maaf ya,” akuinya.



























