Sekilas Info

Tuntut Penganiaya Istri Dikenai Hukum Adat

RUZADY ADJIS/KABAR TIMURnews

KABARTIMURNEWS.COM,YOGYAKARTA - Forum Persaudaraan Mahasiswa Evav Ain Ni Ain Yogyakarta menuntut Kapolda Maluku menindak tegas oknum polisi Brigpol Gatot Salampessy. Selain dituntut hukum positif pelaku juga harus dikenai hukum adat.

Forum Persaudaraan Mahasiswa Evav Ain Ni Ain Yogyakarta merupakan mahasiswa asal Kota Tual dan Maluku Tenggara. Tuntutan ini disampaikan saat aksi damai di Titik Nol Kilometer di ujung JL. Malioboro, Yogyakarta, Jumat (21/9) malam, pekan kemarin.

Proses hukum dan sanksi adat atau sosial harus dijatuhkan agar Salampessy jera dan tidak mengulangi perbuatannya dikemudian hari.

“Kita minta kepada pemerintah selaku pemangku kepentingan di wilayah Maluku dan Kei khususnya, jika ada perlakukan kekerasan terhadap wanita, sudah sepantasnya tidak saja dituntut hukum positif, tetapi juga dihukum adat terhadap pelaku,” tegas koordinator lapangan aksi, Krisna Rahman Retob dalam orasinya.

Kata Krisna, aksi ini untuk merefleksikan kembali pemuda-pemudi Maluku khususnya di Kepulauan Kei untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan. Karena harkat dan martabat perempuan itu bagian dari nilai-nilai luhur dan nilai-nilai suci di bumi Larvul Ngabal yang kental dengan adat istiadat.

“Kami ingin sampaikan kepada siapapun bahwa perempuan itu harus dihormati dalam bentuk dan keadaan apapun, itu yang pertama. Kedua, lewat aksi ini kita harapkan pemuda-pemudi kei di mana pun berada meskipun kita hidup dalam dunia modern, kita tetap harus menjunjung tinggi nilai-nilai adat lebih khususnya tentang tata cara memperlakukan perempuan,” tuturnya.

Demonstrasi damaia ini diisi dengan aksi teatrikal sehingga menarik perhatian pejalan kaki di sekitarnya. (RUZ)

Penulis:

Baca Juga