Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Terbukti Cemari Lingkungan, Ini Kata Pertamina

badge-check


RUZADY ADJIS/KABAR TIMURnews Perbesar

RUZADY ADJIS/KABAR TIMURnews

KABARTIMURNEWS.COM,YOGYAKARTA – Hingga saat ini belum diketahui apakah insinden tumpahan avtur dari tanki TBBM Wayame Ambon pada 15 Agustus lalu mencemari lingkungan atau tidak.

Unit Manager Communication and CSR PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Wilayah Maluku-Papua, Eko Kristiawan mengatakan, jika terbukti cemari lingkungan karena insiden di TBBM Wayame, Pertamina akan menindaklanjuti hasilnya.

“Nanti begitu hasilnya ada, pasti kita tindaklanjut sesuai ketentuan yang berlaku,”ujarnya di sela-sela Media Gathering di Yogyakarta, Jumat (21/9).

Kata Kristiawan, BUMN ini tidak tinggal diam pasca insiden tersebut. Hal ini ditunjukkan melalui kegiatan pemulihan di sekitar TBBM dan melakukan pertemuan dengan masyarakat sekitar. “Artinya kita sudah sama-sama pemulihan. Bersama-sama masyarakat kita juga sudah lakukan pertemuan dalam suasana yang konstruktif dan postif. Begitu hasil (uji lab) keluar kita akan tindaklanjuti sesuai mekanisme,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Vera Tomasoa mengungkapkan hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah lokasi sekitar TBBM Wayame mengalami pencemaran lingkungan atau tidak berdasarkan uji sampel yang dilakukan dua laboratorium berbeda yakni di Jakarta dan di Manado.

DLH Maluku masih perlu melakukan koordinasi serta mencari lab tambahan untuk pengujian mengingat uji sampel yang telah dilakukan di Lab Jakarta dan Manado memiliki perbedaan hasil karena baku mutu atau acuan nilai standar (dalam menentukan apakah lewati ambang batas atau tidak) yang digunakan dua lab tersebut berbeda. “Kita perlu koordinasi dan cari lab lagi,”jawabnya dihubungi Kabar Timur, kemarin.

Dia melanjutkan, agar hasil uji lebih maksimal, DLH juga akan kembali melihat kondisi riil di sekitar TBBM Wayame melibatkan ahli kimia agar hasil yang diperoleh lebih akurat. “Jadi itu (baku mutu) yang membuat perbedaan sehingga perlu dianalisa bersama, kemudian lihat kondisi riil saat ini,” kata Tomasoa. (RUZ)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Dua WNA Pendaki Gunung Dukono Malut Ditemukan Meninggal Dunia

11 Mei 2026 - 02:44 WIT

Skandal Seragam Bank Maluku Rp17 Miliar: Bidik Tersangkan, Jaksa Kejar Pernyataan 250 Pegawai

8 Mei 2026 - 07:16 WIT

Korupsi PT Dok Waiame Ambon, Wilis Ayu Lestari dan Rekan Digarap Jaksa

8 Mei 2026 - 06:55 WIT

Warga Morela Ajak Hitumesing Kedepankan Rekonsiliasi Hati

7 Mei 2026 - 19:46 WIT

Imigrasi Maluku Periksa Intensif 24 WNA Asal China di Tambang Gunung Botak

7 Mei 2026 - 11:10 WIT

Trending di Maluku