Sekilas Info

Direktur BPS Terancam Dijemput Paksa

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON - Setelah mangkir panggilan pertama, Direktur PT Buana Pratama Sejahtera (BPS),akan dipanggil kali kedua dengan ancaman dijemput paksa bila masih mangkir.

Penyidik polisi memastikan bakal melayangkan panggilan kedua dengan ancaman jemput paksa kepada Fakri, Direktur PT BPS,  menyusul panggilan pertama  kepada yang bersangkutan terkait skandal kasus 300 karung bahan kimia bermerek Jin Chan diduga illegal yangdipasok BPS ke kawasan tambang emas di Gunung Botak,Kabupaten Buru.

Dalam dokumen ratusan karung bahan berbahaya yang ditemukan penyidik Polres Buru ternyata dipesan PT BPS. Dari dokumen itu,ratusan karung bahan berbahaya tertertulis pesan pihak PT BPS.  Karena itu, untuk memastikan panggilan pertama sudah dilayangkan.

“Kita sudah kirim surat permintaan keterangan. Yang bersangkutan berhalangan hadir. Katanya masih di Jakarta,” kata Kapolres Pulau Buru AKBP. Adityanto Budi Satrio melalui Kasat Reskrim AKP. Ryan Citra Yudha kepada Kabar Timur, Senin (3/9).

Setelah tidak memenuhi panggilan pertama, penyidik menyusun jadwal pemeriksaan lanjutan. “Kita akan susun jadwal kembali memanggil yang bersangkutan. Bila panggilan, berikutnya masih belum hadir.Kita upayakan panggil paksa,” tegasnya.

Sebelumnya, pimpinan BPS di Kabupaten Buru, Bambang Riyadi, telah diperiksa  penyidik pada Sabtu, 1 September 2018,  lalu. Selama kurang lebih dua jam sejak pukul 10.00 WIT, Bambang dicecar sebanyak 13 pertanyaan. “Untuk Bambang sudah kami periksa,” ujar Ryan.

Rencananya, penyidik akan memanggil sejumlah instansi berwenang berkoordinasi mengenai legalitas masuknya ratusan karung barang yang diduga mengandung B3 tersebut. “Kasus ini masih berstatus penyelidikan. Selanjutnya kita akan berkordinasi bersama instansi terkait dan melakukan pemeriksaan terkait legalitasnya (Jin Chan),” jelasnya.

Terkait uji sampel Jin Chan yang sudah diambil tim Laboratorium Forensik Makassar, rencananya pekan depan, hasilnya sudah bisa diketahui. “Belum keluar. Berdasarkan koordinasi dengan Labfor, Minggu depan Insya Allah (sudah keluar),” tandasnya.

Diberitakan,penyelidikan kasus penemuan 300 karung bahan kimia mengandung Bahan Beracun dan Berbahaya (B3), merek Jin Chan milik PT. Buana Pratama Sejahtera (BPS), terus bergulir. Rencananya besok, penyidik Satreskrim Polres Pulau Buru melakukan pemeriksaan terhadap Bambang, pimpinan BPS.

“Rencananya Sabtu ini (esok), kita akan memeriksa pimpinan BPS. Mudah-mudahan beliau bisa datang penuhi panggilan kami,” kata Kapolres Pulau Buru AKBP. Adityanto Budi Satrio melalui Kasat Reskrim AKP. Ryan Citra Yudha kepada Kabar Timur, Kamis (30/8).

Ryan mengaku, kasus penemuan ratusan sak berwarna kuning mengandung B3 itu masih dalam penyelidikan. “Kasusnya belum kami tingkatkan ke penyidikan. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi. Sampai saat ini sudah enam orang kami mintai keterangannya, “jelasnya.

Hasil pengujian sampel Jin Chan yang diambil tim Laboratorium Forensik (Labfor) Makassar beberapa waktu lalu, tambah Ryan, belum dikirim. “Untuk hasil pengujian yang dilakukan tim labfor masih kita tunggu. Semoga secepatnya bisa keluar,” harap perwira tiga balak ini.

Untuk diketahui, sebanyak 300 sak Jin Chan yang diduga mengandung B3 ditemukan aparat Polres Buru di kawasan Pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru, pada pertengahan Bulan Agustus 2018 lalu. Zat kimia yang dapat membahayakan kesehatan, kelangsungan hidup manusia, makhluk lain, dan lingkungan hidup umumnya, itu ditemukan masih di dalam kontainer.

Jin Chan yang diduga ilegal itu diketahui milik BPS, berdasarkan dokumen pemesanan yang telah diamankan polisi. Namun, siapa perusahaan distributornya tidak diketahui. Penemuan ratusan sak tersebut terungkap setelah pihak kepolisian mendapat informasi dari masyarakat.

Untuk mengungkap kandungan bahan kimia Jin Chan, penyidik Polres Buru kemudian meminta bantuan dari Labfor Makassar. Tim Labfor yang terdiri dari tiga orang kemudian tiba di Pulau Buru untuk mengambil sampel secara langsung pada 24 Agustus lalu.

“Untuk temuan Jin Chan, sudah empat orang yang kami periksa. Sebenarnya yang dipanggil lima orang. Tapi satu orang tidak datang. Dan tim labfor sudah ambil sampel untuk di uji di Makassar,” kata Ryan kepada Kabar Timur.

(CR1)

Penulis:

Baca Juga