Sekilas Info

Demo Rektor Unpatti Batal

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Rencana aksi demo maha-siswa fakultas hukum Un-patti Ambon dibatalkan. Belum dike-ta-hui alasan pembatalan aksi demo ter-sebut.

Pantauan Kabar Timur di kam-pus Unpatti, Jumat, kemarin, tidak ada aktivitas demo di kampus ter-besar di Maluku itu. “Dari tadi seng ada demo,’’kata salah satu maha-sis-wa ketika ditemui Kabar Timur, kemarin.

Salah satu dosen Fakultas hu-kum Unpatti, ketika di hubungi lewat media facebook soal alasan pembatalan aksi demo, enggan berkomentar. Dia mengaku, dirinya tidak ke kampus karena hujan. “Saya tidak ke kampus. Saya tidak tahu kalau ada demo,’’sebutnya seraya menyarankan namanya tidak diwartakan.

Tak hanya itu, Rektor Unpatti, M.J Sapteno ketika dihubungi soal pembatalan aksi demo terhadapnya, hand phone miliknya tidak aktif atau berada diluar jangkauan.

Belum diketahui alasan pembatalan aksi. Padahal, sebelumnya, Sapteno membenarkan kalau, Jumat kemarin, dirinya akan didemo.  “Memang benar (ada aksi demo) besok (hari ini). Informasi saya dapat lewat media Whatsap (WA),’’kata Sapteno, ketika dihubungi Kabar Timur, Kamis (23/8).

Menyoal apa substansi dari demo yang digelar mahasiswa? Menurut dia, sesuai informasi yang diperoleh via WA, mereka (mahasiswa) demo menuntut Rektor, segera selesaikan pembangunan Fakultas Ekonomi dan Pembangunan Fakultas Keguruan.

“Fakultas keguruan itu tanggungjawab Pemprov. Karena pembangunannya tukar guling dengan proyek Jembatan Merah Putih (JMP). Sementara Fakultas Ekonomi tahun depan baru bisa dibangun,’’ papar Rektor, Prof. Sapteno.

Prof. Sapteno menuding, pendemo menuduhnya mengeluarkan kebijakan yang keliru, padahal tuduhan mereka itu tidak benar. Apa yang dilakukan dirinya, memimpin Unpatti dilakukan sesuai aturan main. “Tuduhan itu mereka (pendemo) tidak mendasar. Itu tidak benar. Selama ini saya pimpin Unpatti sesuai aturan main,’’tandasnya.

Selain itu, Rektor Prof. Sapteno juga mengaku, tuntutan aksi demo juga menyangkut  sejumlah program studi (prodi) yang belum terakreditasi, padahal itu bukan menjadi tanggung jawab dirinya. “Kalau soal ini bukan tanggungjawab saya. Itu tanggung jawab kepala prodi,’’ingatnya.

Dia menuding ada yang menunggangi aksi pendemo dan aksi ini sarat kepentingan politik. “Saya curiga aksi demo ini sangat politis. Saya tidak tahu ini kepentingan siapa,’’tudingnya.

Soal kelompok mahasiswa yang lakukan aksi demo, Sapteno membenarkan mahasiswa yang menggelar aksi dari Fakultas Hukum.  “Tidak tahu kelompok pendemo. Informasi beredar dari Fakultas hukum yang demo,’’terangnya.

Menyinggung apakah aksi ini terkait suksesi Rektor Unpatti 2019? Prof. Sapteno membenarkan. “Mungkin juga, karena materi aksinya kearah situ. Salah satunya menilai saya tidak mampu memenej universitas,’’sebutnya.

Kendati begitu, Sapteno tengah berada di Kota Surabaya berharap, aksi demo yang digelar tidak anarkis. “Kebetulan saya keluar daerah. Tugas dinas di Surabaya. Silakan ketemu saya kalau saya kembali. Harapan kami, tidak ada anarkis. Sebelumnya ada  aksi demo lempar kaca di Fakultas Teknik. Itu aset negara tidak bolah dirusak. Demo raisonal bisa diterima oleh akal sehat. Itu barang negara  tidak boleh diapa-apakan,’’imbuhnya.

(KTM)

Penulis:

Baca Juga