Sekilas Info

Nelayan SBB Ditemukan, Dua Warga Latuhalat Hilang

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON- Nurdin Tomia, nelayan asal Desa Kawa, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), akhirnya ditemukan selamat pada 21 Agustus lalu. Hanya berselang sehari, Simon Kariuw dan Lukas Piterz, nelayan asal Desa Latulahat Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, juga dikabarkan hilang saat mencari ikan di Laut.

Kepala Basarnas Kota Ambon, Muslimin, mengungkapkan, Nurdin Tomia ditemukan terombang ambing bersama perahunya di perairan laut Provinsi Maluku Utara, pukul 19.15 WIT. Pria 37 tahun ini ditemukan nelayan asal Desa Soligi Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera, Maluku Utara. “Kami dapat info dari Kepala Desa Kawa. Bahwa korban sudah ditemukan bersama dengan perahunya oleh masyarakat nelayan dari Desa Soligi dalam keadaan terapung apung. Korban selamat,” kata Muslimin kepada wartawan, Rabu (23/8).

Penyebab korban terdampar hingga masuk wilayah perairan Maluku Utara, karena diduga mesin long boatnya mati, lantaran mengalami kerusakan. “Saat korban ditemukan, mesin loang boat mati dan tidak dapat menyala,” jelasnya.

Mendapati korban dengan kondisi letih, “Malaikat” yang tak dikenal itu kemudian menariknya menuju daratan tepatnya di Desa Soligi, Pulau Obi. “Sekarang posisi korban di Desa Soligi,” tambah Muslimin.

Dengan ditemukannya korban, Muslimin mengaku proses pencarian yang dilakukan tim SAR menggunakan KN 235 Abimanyu, dinyatakan berakhir. “Pencarian yang kami lakukan selama 4 hari. Saat ini korban sudah ditemukan. Berarti operasi pencarian dinyatakan selesai,” jelasnya.

DUA NELAYAN LATUHALAT HILANG

Hanya berselang sehari, kabar Tidak sampai di situ saja, Muslimin mengaku telah mendapat info hilangnya dua orang warga asal Desa Latuhalat. Keduanya diketahui pergi melaut menggunakan sebuah perahu long boat. Mereka mencari ikan pada 21 Agustus pukul 06.00 WIT.

Belum diketahui pasti penyebab sehingga dua korban berusia 45 dan 32 tahun itu hingga kemarin belum kembali seperti biasanya. Mereka diduga menghilang. “Kami mendapat info dari Feby Lekatompessy yang merupakan keluarga korban, bahwa korban sampai sekarang belum pulang,” jelasnya.

Menerima kabar hilangnya dua nelayan itu, tim Rescue Kantor SAR Ambon mengerahkan tim pencarian menggunakan RIB pada pukul 07.40 WIT, kemarin. “Tim bergerak melakukan pencarian bersama keluarga menggunakan RIB 01. Tapi belum membuahkan hasil. Rencananya esok, pencarian kembali dilanjutkan. Besok pagi (hari ini) dari Bakokamla ikut mencari menggunakan RIB,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Nurdin Tomia, warga Desa Kawa Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) hingga kini belum kembali setelah pergi memancing ikan di perairan laut SBB pada 17 Agustus lalu. Pria 37 tahun ini diduga hilang.

Belum diketahui pasti penyebab sehingga korban yang berangkat menangkap ikan pukul 04.00 WIT, itu tak kunjung pulang. Kuat dugaan, korban hilang lantaran diterjang gelombang. Sebab, kondisi laut kala itu tidak bersahabat.

Tim Basarnas Kota Ambon telah dikerahkan menggunakan Kapal Negara (KN) Abimanyu 235 sejak 18 Agustus lalu. Namun hingga kemarin, proses pencarian belum membuahkan hasil.

“Untuk operasi hari kedua sampai dengan sore ini (kemarin) hasilnya masih nihil,” ungkap Muslimin, Kepala Basarnas Kota Ambon kepada wartawan, Minggu (19/8).

Mengingat cuaca di lokasi pencarian ekstrim, dengan tinggi gelombang mencapai 3 sampai 4 meter, tim SAR memutuskan untuk menghentikan proses pencarian.

“Saat ini kapal KN 235 Abimanyu berlabuh dikarenakan cuaca dilokasi area pencarian di hantam ombak 3 sampai dengan 4 meter. Dan sekarang menuju Namlea, Pulau Buru untuk mencari tempat sandar atau dermaga, sambil melakukan pencarian,” terangnya.

Ia menjelaskan, tim SAR dikerahkan dari Dermaga Pelabuhan LIPI, Ambon pada 18 Agustus pukul 12.00 WIT. Tim dikerahkan setelah pihaknya mendapat laporan dari Hayati, istri korban.

“Pada pukul 11.35 WIT, Istri korban mengatakan, bahwa korban pergi melaut pada 17 Agustus pukul 04.00 WIT. Dan biasanya akan kembali pulang pukul 20.00 WIT. Tapi sampai kasus ini dilaporkan, korban belum kembali. Setelah dapat info itu kami langsung menuju area pencarian pada pukul 12.00 WIT,” ujarnya.

(CR1)

Penulis:

Baca Juga