KABARTIMURNEWS.COM,JAKARTA – Rumah pegiat sosial media Shafiq Pontoh di Jln. Dempo I No. 47 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, digeruduk puluhan pemuda asal Maluku. Pemuda Maluku dibuat geram oleh komentar Pontoh di sebuah acara bincang-bincang di Kompas TV. Ucapannya dinilai telah melecehkan pemuda Ambon, Maluku. Shafiq menuduh pemuda Ambon buta dengan teknologi, terutama sosial media.
Shafiq mengatakan, sebagian besar pemuda Ambon tidak bisa menggunakan Facebook, twitter, instagram, juga line. Ia membedakan pemuda yang berada di kota-kota lainnya seperti di Jakarta dan Bandung, tak sama dengan para pemuda di Kota Ambon.
Ocehannya di TV swasta itu menjadi viral menyebar luas dijejaring sosial. Warga Maluku ramai-ramai menghujat Shafiq di media sosial facebook sejak Selasa (21/8) malam. Akibat ocehannya yang dinilai menghina tersebut, kediaman Shafiq didatangi puluhan warga Maluku yang menetap di wilayah Jabodetabek, kemarin.
Kedatangan warga Maluku di rumah Shafiq disiarkan langsung warganet di akun facebook. Bahkan mengabadikan gambar di depan rumah Shafiq yang dijaga ketat aparat TNI/Polri saat digeruduk pemuda Maluku. Ketika digeruduk, rumah Shafiq terlihat lengang tidak berpenghuni. Dia telah meninggalkan rumahnya sebelum didatangi pemuda Maluku.
Pemilik akun facebook Jefri Luanmase berjanji akan melaporkan Shafiq ke Mabes Polri. Pengacara muda berdarah Maluku mengecam pernyataan Shafiq yang dianggap mereendahkan pemuda Maluku, khususnya Ambon.
Kemarin pemuda Maluku, resmi melaporkan Shafiq ke Bareskrim Polri seperti dipublikasikan netizen di facebook.
Kecaman juga datang dari Ketua Badan Imarah Muslim Maluku (BIMM), Arsal Risal Tuasikal mengecam pernyataan Shafiq. Menurutnya apa yang dikatakan Shafiq, telah melecehkan dan merendahkan pemuda di Kota Ambon.
“Shafiq Pontoh telah menghina kita sebagai orang Ambon, cukup merendahkan martabat kita, soal teknologi,” kata Arsal melalui videonya yang diunggah, Rabu (22/8).



























