KABARTIMURNEWS.COM,AMBON – Skandal proyek patung Martha Christina Tiahahu yang diduga dibangun tahun 2017 tanpa proses tender, memanas.
Komisi C DPRD Maluku bereaksi menyikapi proyek “siluman” yang dibangun di Desa Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah itu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Maluku, Ismail Usemahu dicecar seputar mekanisme proses pengerjaan patung bernilai miliaran rupiah itu.
Rapat Dinas PU bersama Komisi C DPRD Maluku seperti menjadi ajang “peradilan” bagi Ismail Usemahu. ’’Tadi (kemarin), rapat komisi C bersama Dinas PU. Kadis PU dicecar seputar proses pengerjaan patung Christina (di Desa Abubu),’’ kata sumber Kabar Timur, Rabu (15/8).
Komisi C menyayangkan sikap Dinas PU Maluku yang tidak menjalankan fungsinya dengan baik sehingga proyek senilai Rp 3,2 yang dikerjakan 2017 lalu, baru dilakukan proses tender 2018. ’’Proses pengerjaan patung itu memang tidak sesuai mekanisme,’’ sebut anggota Komisi C DPRD Maluku yang meminta namanya dirahasialan ini.
Ketua DPRD Maluku Edwin Adrian Huwae yang dihubungi tadi malam, enggan berkomentar banyak menyangkut proyek patung pahlawan nasional asal Maluku ini. ’’Kalau soal itu tanya ke Komisi C. Teknisnya ada di Komisi C,’’ kata Huwae.
Dia tidak dapat memastikan apakah alokasi anggaran pengerjaan patung Christina diduga tidak dibahas di APBD Maluku tahun 2017. “Tanya ke Komisi C. Pembahasan di Komisi,’’ sebutnya.
Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Maluku, Anos Jermias membenarkan rapat dengan Kadis PU Maluku, kemarin. ’’Betul, tadi (kemarin) kita melakukan rapat dengan Kadis PU Maluku,’’ kata dia dihubungi, tadi malam.
Politisi Golkar ini menjelaskan, Usemahu tidak diundang khusus membahas persoalan pengerjaan patung Christina. ’’Kita tidak undang Pak Kadis PU secara khusus menyikapi proses pengerjaan patung Christina. Kebetulan, kita rapat dengan mitra kerja terkait berbagai persoalan menyangkut infrastruktur,’’ jelasnya.
Ketika rapat berlangsung, Anos sempat menanyakan mekanisme pengerjaan patung Christina kepada Usemahu. ’’Saya sempat tanya Pak Kadis soal patung Christina sebagaimana diberitakan media cetak,’’ tandasnya.



























