Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Wagub Pastikan Kabinet “BAILEO” Tanpa Intervensi

badge-check

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Demi terwujudnya pembangunan dan kesejahteraan rakyat Maluku secara merata, maka harus ada keterwakilan figur-figur terbaik di 11 Kabupaten/Kota di Maluku yang masuk dalam kabinet Murad Ismail-Barnabas Orno.

Pernyataan tersebut disampaikan, Wakil Gubernur (Wagub) terpilih, Barnabas Orno, saat diwawancarai sejumlah wartawan Jumat (10/8). Orno mengaku, sesuai Jargon yang mereka pakai di Pemilihan Gubernur Maluku, 27 Juni 2018 lalu, yakni BAILEO, maka semua pihak harus terlibat didalam kabinet mereka.

“Kami punya jargon “BAILEO” memiliki arti yakni: “Semua orang harus ada di dalam rumah besar.” Untuk itu, dalam kampanye kami sudah bilang, harus ada keterwakilan setiap kabupaten/kota, didalam  kabinet kami ke depan,” jelas Orno yang juga Bupati MBD.

Menurutnya, keterwakilan figur dari 11 Kabupaten/Kota didalam Kabinet BAILEO kedepan, memiliki banyak dampak positif, salah satunya pemerataan dalam program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Maluku.

“Kalau kita libatkan figur-figur terbaik mewakili 11 Kabupaten/kota, sudah pasti dalam isi perencanaan, yang kita lakukan nantinya tidak akan ada yang terlupakan, sebab semua keterwakilan kabupaten/kota sudah ada didalam kabinet,” paparnya.

Meski begitu, dia menegaskan, dalam perekrutan Kabinet “BAILEO” kedepan, pihaknya tidak sembarangan memilih, apalagi merekrut figur lantaran faktor suka atau tidak suka, dan faktor mendukung atau tidak mendukung di Pilgub.

“Kedepan Kami tidak sekedar ambil, dan kami tidak sekedar pilih hanya lantaran, suka atau tidak suka. Kami akan menyeleksi, karena ada mekanismenya yaitu harus ada representasi putra-putri terbaik Maluku disetiap Kabupaten/kota,” ujar politisi PDIP ini.

Menurutnya, demi birokrasi yang baik, keterwakilan yang lolos masuk didalam kabinet “BAILEO,” harus tanpa ada intervensi sehingga bisa dilihat konfigurasinya untuk membangun Maluku kedepan.

“Birokrasi jabatan profesional, juga sering menjadi wacana yang dipolitisasi lingkungan masyarakat, sehingga membuat suasana menjadi tidak kondusif. Seleksi kabinet “BAILEO” harus sesuai mekanisme, pangkatnya cukup, pendidikan memenuhi syarat harus lolos,” tegasnya. (Mg5)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku