KABARTIMURNEWS.COM,AMBON– Penjemputan paksa terhadap dua oknum polisi di Rumah Dinas (Rumdis) Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Rabu lalu, menjadi atensi BNN RI. Tiga tim inspektorat diterjunkan melakukan penyelidikan terkait mekanisme penjemputan, apakah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) atau tidak.
Penjemputan dua oknum polisi berinisial Brigpol RI dan Brigpol SA yang menjaga Rumdis Kepala BNNP Maluku pada Rabu (8/8) malam, merupakan peristiwa besar. Sebab, insiden itu terjadi di Rumdis Kepala BNNP Maluku berpangkat Jenderal Polisi Bintang Satu.
“Nanti kita lihat hasil pemeriksaan, baik kami sendiri dari tim inspektorat maupun ada tim dari internal. Karena Saya baru datang (kemarin), belum bisa memberikan keterangan apakah itu di jemput?, surat perintah dari mana?, inilah oleh pimpinan BNN, kami diperintahkan untuk mencari. Namanya penyidik juga kan. Tetapi saya di taruh di inspektorat, jadi saya akan lihat ini bagaimana, apakah sesuai dengan SOP-nya apa tidak. Nanti baru kita jelaskan. Saya juga baru datang ni,” kata Brigjen Pol. Joko Widodo, Auditor Inspektorat BNN RI kepada wartawan di Kantor BNNP Maluku, Jumat (10/8).
Peristiwa adanya penjemputan itu, kata Joko, diketahui melalui media massa. Kala itu dirinya berada di Dumai, Provinsi Riau. “Kita hanya membaca di media, posisi saya saat itu ada di Dumai (Provinsi Riau). Kemudian diperintah oleh pimpinan untuk kembali ke Jakarta dan bergabung dengan teman-teman yang sudah ada,” jelasnya.
Disinggung mengenai pantaskah adanya penjemputan dua oknum polisi oleh tim gabungan dari Direktorat Narkoba, Propam Polda Maluku dan BNNP Maluku di Rumdis Kepala BNNP Maluku, Joko Widodo mengaku yang penting ada koordinasi. “Menurut saya tinggal koordinasi. Kalau memang dia terbukti ya ditindak. Bahkan kalau perlu ditembak, sekalipun anggota. Yang penting terukur, kalau ada barang buktinya. Kan rekan-rekan udah sering mendengar atensi pimpinan, bahkan Presiden memberikan atensi bahwa narkoba adalah musuh kita bersama. Termasuk teman-teman. Makanya teman-teman harus membantu informasi sampai lini terdepan,” pintanya.



























