Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Tim Inspektorat Usut Kasus Narkoba di Rumdis BNN

badge-check


					RUZADY ADJIS/KABAR TIMURnews Perbesar

RUZADY ADJIS/KABAR TIMURnews

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON– Penjemputan paksa terhadap dua oknum polisi di Rumah Dinas (Rumdis) Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Rabu lalu, menjadi atensi BNN RI. Tiga tim inspektorat diterjunkan melakukan penyelidikan terkait mekanisme penjemputan, apakah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) atau tidak.

Penjemputan dua oknum polisi berinisial Brigpol RI dan Brigpol SA yang menjaga Rumdis Kepala BNNP Maluku pada Rabu (8/8) malam, merupakan peristiwa besar. Sebab, insiden itu terjadi di Rumdis Kepala BNNP Maluku berpangkat Jenderal Polisi Bintang Satu.

“Nanti kita lihat hasil pemeriksaan, baik kami sendiri dari tim inspektorat maupun ada tim dari internal. Karena Saya baru datang (kemarin), belum bisa memberikan keterangan apakah itu di jemput?, surat perintah dari mana?, inilah oleh pimpinan BNN, kami diperintahkan untuk mencari. Namanya penyidik juga kan. Tetapi saya di taruh di inspektorat, jadi saya akan lihat ini bagaimana, apakah sesuai dengan SOP-nya apa tidak. Nanti baru kita jelaskan. Saya juga baru datang ni,” kata Brigjen Pol. Joko Widodo, Auditor Inspektorat BNN RI kepada wartawan di Kantor BNNP Maluku, Jumat (10/8).

Peristiwa adanya penjemputan itu, kata Joko, diketahui melalui media massa. Kala itu dirinya berada di Dumai, Provinsi Riau. “Kita hanya membaca di media, posisi saya saat itu ada di Dumai (Provinsi Riau). Kemudian diperintah oleh pimpinan untuk kembali ke Jakarta dan bergabung dengan teman-teman yang sudah ada,” jelasnya.

Disinggung mengenai pantaskah adanya penjemputan dua oknum polisi oleh tim gabungan dari Direktorat Narkoba, Propam Polda Maluku dan BNNP Maluku di Rumdis Kepala BNNP Maluku, Joko Widodo mengaku yang penting ada koordinasi. “Menurut saya tinggal koordinasi. Kalau memang dia terbukti ya ditindak. Bahkan kalau perlu ditembak, sekalipun anggota. Yang penting terukur, kalau ada barang buktinya. Kan rekan-rekan udah sering mendengar atensi pimpinan, bahkan Presiden memberikan atensi bahwa narkoba adalah musuh kita bersama. Termasuk teman-teman. Makanya teman-teman harus membantu informasi sampai lini terdepan,” pintanya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Maluku Raup Rp 6 Triliun dari Pajak Impor, Investasi Tembus Rp365 Triliun

6 Februari 2026 - 00:39 WIT

Trending di Maluku