KABARTIMURNEWS.COM,AMBON– Puluhan mahasiswa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Maluku menggelar aksi demo di depan kantor Dinas ESDM Provinsi Maluku, Rabu (8/8), kemarin, memprotes penanganan masalah tambang di Gunung Botak, Kabupaten Buru.
Dalam aksinya, mereka menyorot soal penannganan tambang emas di Gunung Botak, yang tidak ada habisnya. Bahkan, sampai saat ini, masih terdapat ribuan penambang ilegal yang beroperasi di lokasi penambangan tersebut.
Bukan saja penambang liar yang jadi sorotan, tapi, bahan-bahan kimia berbahaya yang marak beredar di seputaran Gunung Botak hingga mencemari lingkungan disekitarnya, menjadi bahan dalam aksi tersebut.
Dinas ESDM Maluku yang membawahi bidang pertambangan dinilai tak cakap dalam mengurusi permasalahan di Gunung Botak yang sampai saat ini tak kunjung selesai.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Taufik Souwakil mengatakan, merujuk pada hasil penelitian dari Universitas Pattimura melalui Yusthinus T. Malle yang mengatakan jika keseluruhan Daerah Aliran Sungai (DAS) Waiapo terlah tercemat merkuri.
“Faktor inilah berdampak pada sektor perikanan lokal Kabupaten Buru secara kolektif. Kalau tidak diantisipasi sedini mungkin, pencemaran tersebut akan berdampak buruk dan mengancam kehidupan ekosistem di sekitar Gunung botak dan Pulau Buru,”kecam pendemo.



























