Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Dinas ESDM Maluku Didemo

badge-check


					RUZADY ADJIS/KABAR TIMURnews Perbesar

RUZADY ADJIS/KABAR TIMURnews

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON– Puluhan mahasiswa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Maluku menggelar aksi demo di depan kantor Dinas ESDM Provinsi Maluku, Rabu (8/8), kemarin,  memprotes  penanganan masalah tambang di Gunung Botak, Kabupaten Buru.

Dalam aksinya, mereka menyorot soal penannganan  tambang emas di Gunung Botak, yang tidak ada habisnya. Bahkan, sampai saat ini, masih terdapat ribuan penambang ilegal yang beroperasi di lokasi penambangan tersebut.

Bukan saja penambang liar yang jadi sorotan, tapi,  bahan-bahan kimia berbahaya  yang marak beredar di seputaran Gunung Botak hingga mencemari lingkungan disekitarnya, menjadi bahan dalam aksi tersebut.

Dinas ESDM Maluku yang membawahi bidang pertambangan dinilai tak cakap dalam mengurusi permasalahan di Gunung Botak yang sampai saat ini tak kunjung selesai.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Taufik Souwakil mengatakan, merujuk pada hasil penelitian dari Universitas Pattimura melalui Yusthinus T. Malle yang mengatakan jika keseluruhan Daerah Aliran Sungai (DAS) Waiapo terlah tercemat merkuri.

“Faktor inilah berdampak pada sektor perikanan lokal Kabupaten Buru secara kolektif. Kalau tidak diantisipasi sedini mungkin, pencemaran tersebut akan berdampak buruk dan mengancam kehidupan ekosistem di sekitar Gunung botak dan Pulau Buru,”kecam pendemo.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Kodaeral Ambon Teken Pakta Integritas Transparansi Penerimaan Anggota Baru

14 Januari 2026 - 00:57 WIT

Desak “Presure” BPK Percepat Audit Korupsi PT Gidin Bipolo

12 Januari 2026 - 00:35 WIT

Polresta Ambon Kampanye Damai Jaga Situasi Kondusif

12 Januari 2026 - 00:15 WIT

Megakorupsi Rp 41,5 Miliar di PT Bipolo Gidin Bursel Tunggu “Ketuk Palu” BPK RI

8 Januari 2026 - 21:35 WIT

Waspadai Gelombang Tinggi Hingga Empat Meter di Perairan Maluku

8 Januari 2026 - 21:10 WIT

Trending di Maluku