Sekilas Info

Belum Dibayar Pemkot TPA Toisapu Terancam Tutup

IST

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON - Kawasan pembuangan sampah milik warga Kota Ambon di dusun Toisapu Desa Passo, Kecamatan Baguala terancam tutup. Terungkap, jika Pemda Kota (Pemkot) Ambon masih bermasalah dengan ahli waris lahan seluas 1 hektar itu. Uang pembebasan lahan senilai Rp 700 juta dibayarkan ke orang yang salah.

“Bukan disegel, tapi kami akan langsung pasang papan dengan tulisan dilarang melakukan aktifitas apa pun di atas lahan ini,” tegas Edwin Akihary, Kuasa Hukum ahli waris alm. Corneles Sarmanella kepada Kabar Timur, Rabu, kemarin.

Menurut Akihary, ahli waris pemilik sah lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Toisapu telah cukup bersabar. Sejak tahun 2010, Pemkot Ambon telah menyepakati harga lahan tersebut dengan pihak ahli waris. Bahkan pihaknya, kata Akihary, sempat diberi panjar untuk pengurusan sertifikat di Badan Pertanahan Kota Ambon. Tapi ketika hari H pembayaran, harga lahan senilai Rp 700 juta dibayar kepada pihak lain, yaitu mantan Raja Passo Marthen Sarmanella,” terang Akihary.

Bukan saja duit pembebasan lahan, bahan galian C yang berada di lahan tersebut juga diambil tanpa hak atau ijin ahli waris. “Sudah ribuan kubik bahan galian C diambil dari tempat itu. Uangnya dikasih ke siapa tidak diketahui. Yang jelas bukan kepada ahli waris,” katanya.

Soal rencana pihaknya melarang aktifitas apapun dilakukan Pemkot Ambon di lahan tersebut, dia menjelaskan, hal itu dilakukan agar Pemkot Ambon meninjau kembali proses pembayaran oleh Pemkot namun dilakukan bukan kepada ahli waris alm. Corneles Sarmanella.

“Bukan berarti kita menghalang-halangi kegiatan pemerintah daerah, tapi itu satu-satunya jalan untuk menuntut hak-hak klien kami,” imbuh Akihary.

Ditanya soal dugaan duit pembayaran Pemkot Ambon atas lahan 1 Ha yang merupakan bagian dari kawasan TPA Toisapu itu, kepada mantan Raja Negeri Passo Marthen Sarmanella, dia menyatakan, pihaknya tidak ada urusan dengan kedua pihak.

Yang diklaim adalah, pembayaran lahan 1 Ha yang dibebaskan kepada Pemkot Ambon senilai Rp 700 juta tersebut. Sejak tahun 2010 hanya dijanjikan, namun belum direalisasikan kepada ahli waris alm. Corneles Sarmanella.

Juga kompensasi dari aktifitas pengambilan bahan galian C oleh pihak Pemkot dari lahan tersebut.
Edwin Akihary menilai Pemkot Ambon telah melakukan penyerobotan lahan dan pengambilan tanpa hak bahan galian C sebanyak ribuan kubik dari lahan milik kliennya, ahli waris alm. Corneles Sarmanella.(KTA)

Penulis:

Baca Juga