Sekilas Info

Perang Survei “BAILEO” Optimis Menang

IST

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON - Perang hasil survei dihari-hari jelang pencoblosan sah-sah saja, tak ada yang luar biasa. Publik akan menilai reputasi dari lembaga survei. Kabupaten Buru optimis menang diatas 70 persen.

Jurui Bicara Tim Pemenangan Murad Ismail-Barnabas Orno berjargon “BAILEO” M. Azis Tunny, kepada wartawan, Senin, kemarin, menegaskan pihaknya melihat perang hasil survei dari rivalnya pasangan sebala sebagai sesuatu yang sah-sah saja.

Hanya saja, LSI yang melakukan survey terhadap pasangan calon “BAILEO” dikenal dengan reputasi dan nama besarnya. LSI, lanjut Tunny, adalah lembaga survey yang telah meraih lebih dari sepuluh rekor MURI karena memiliki prediksi paling akurat dan paling presisi dalam sejarah survey dan quick count di Indonesia.

“Saya kira masyarakat Maluku dapat menilai, mana lembaga survey yang kredibel dan dapat dipercaya. Lagi pula dalam sejarah Pilkada di Maluku, baik tingkat provinsi, kabupaten maupun kota, prediksi dan survey LSI selalu akurat dan benar, bahkan dengan margin eror tidak pernah lebih dari 2 persen,” ujarnya.

Dia optimis, dari 11 kabupaten dan kota di Maluku, “BAILEO” kemungkinan bisa meraih kemenangan di lima hingga tujuh daerah kabupaten dan kota. “Masih pada survey yang sama, mayoritas masyarakat Maluku saat ini menghendaki adanya gubernur baru. Bila calon petahana tidak berhati-hati dan berjuang keras di masa injury time, pasangan HEBAT dapat menyalip posisi “SANTUN.” Petahana terancam finish di posisi ketiga,” katanya.

Dikatakan, trend positif survey elektabilitas yang selalu diraih “BAILEO” diprediksi bakal mengunci kemenangan dalam Pilkada Maluku pada 27 Juni besok, dengan selisih diatas delapan persen. Sebaliknya calon petahana “SANTUN” justru terancam posisinya, dan dapat berakhir di posisi buncit atau peringkat ketiga. “Prediksi kami, BAILEO akan menang diatas 8 persen,” kata Azis Tunny optimis.

Azis menegaskan, prediksi ini beralasan sebab pihaknya melalui Konsultan Citra Indonesia (KCI) - Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Denny J.A. telah melakukan tracking survey untuk mengukur sejauh mana opini publik, dan itu dilakukan secara longitudinal atau periodik. “Survei sudah kami lakukan beberapa kali, tepatnya empat kali sejak Juni 2017 hingga Juni 2018, dengan mewawancarai responden yang berbeda,” katanya.

Menurutnya, tujuan dari tracking survey yang dilakukan untuk membandingkan pergerakan opini publik, dari satu waktu ke waktu lain. “Untuk tiga survey pertama hanya menjadi kebutuhan internal kami dan tidak dipublikasi, karena untuk bahan evaluasi tim buat bekerja,” katanya.

Dengan demikian, kata mantan jurnalis The Jakarta Post ini, tracking survey tersebut tidak hanya berpretensi memotret opini publik, tetapi juga memotret pergerakan dan perubahan opini publik.

“Menariknya, trend survey “BAILEO” selalu positif atau grafiknya selalu bergerak naik dari waktu ke waktu, trend survey SANTUN sebaliknya negatif karena selalu turun. Sedangkan trend survey HEBAT cenderung stagnan di antara 21 hingga 24 persen,” jelasnya.

Pihaknya semakin yakin menang dalam Pilkada nanti, karena survey terakhir KCI-LSI pada periode bulan Juni 2018 ini, menempatkan elektabilitas “BAILEO” yang tertinggi dengan 30,0 persen, disusul “SANTUN” di posisi kedua dengan 25,3 persen, dan posisi ketiga diikuti “HEBAT” dengan 24,6 persen. Sebanyak 20,1 persen belum memutuskan pilihan atau tidak menjawab, sedangkan margin eror 4 persen.

“Dari peta sebaran suara yang belum memutuskan pilihan atau tidak menjawab, menurut kajian tim kami, itu berada di daerah-daerah yang justru berpeluang direbut oleh “BAILEO” karena adanya beberapa indikator. Karena itu prediksi kami, “BAILEO” berpeluang menang di atas 8 persen nanti,” katanya mantap.

Meskipun diunggulkan dalam Pilkada nanti, Azis meminta agar pendukung dan simpatisan “BAILEO” lantas tidak jumawa dan euforia, namun tetap berikhtiar dan bekerja keras dalam mengawal hari pencoblosan hingga perhitungan suara.

Dirinya juga meminta agar masyarakat Maluku yang sudah mempunyai hak pilih sesuai ketentuan perundang-undangan, dapat menggunakan hak konstitusionalnya tersebut pada hari pencoblosan besok.

“Mari kita jaga ketertiban dan keamanan demi terwujudnya Pilkada damai. Jangan sampai masyarakat terpengaruh dengan isu hoax, isu SARA yang justru dapat menghancurkan kerukunan hidup orang basudara di Maluku,” tandasnya.

Terpisah,Pengamat politik Johan Tehuayo menilai hasil survei LSI ini bukan berarti kinerja gubernur petahana tidak berhasil, namun publik menginginkan “BAILEO” karena paslon ini dinilai lebih menjamin keamanan di Maluku lima tahun kedepan.

Keamanan menurut Johan merupakan harapan besar masyarakat Maluku setelah pembangunan fisik maupun berbagai program pemberdayaan lainnya. Terkait ini kepemimpinan politik yang punya kapasitas itu hanya ada pada kefiguran Murad Ismail, ketimbang dua paslon lainnya.

Kekuatan figur Murad semakin baik karena didampingi Barnabas Orno yang memiliki kemampuan komunikasi selaku birokrat politisi. Kefiguran Murad selaku aktor keamanan, sebut Johan, yang pernah menjabat Dankakor Brimob RI memberikan jaminan.

Aspek hukum dan keamanan yang lebih terjamin membuat mayarakat maupun stakeholders lainnya nyaman. Karena itu publik Maluku, kata Johan, cenderung menginginkan kepemimpinan transformatif yaitu beralihnya kepemimpinan lama ke yang baru, yang cenderung pada aspek pembangunan keamanan di Maluku.

Lanjut Johan, dari hasil survei LSI yang menggunggulkan “BAILEO” daripada “SANTUN” maupun “HEBAT” juga menunjukkan kinerja koalisi jumbo 9 Parpol pengusung dan pendukung paslon ini bekerja efektif. Terutama PDIP yang memiliki mesin partai yang solid hingga anak ranting di desa-desa.

Bukan tidak mungkin dari hasil survei tersebut, kata dia, menandakan kefiguran Murad Ismail yang sebelumnya belum dikenal, meroket popularitasnya. Disebabkan sosialisasi dan konsolidasi selama blusukan ke daerah-daerah.

Namun diakui, angka elektabilitas antara tiga paslon dengan margin error yang besar dengan selisih elektabilitas di bawah 10 persen, akui Johan, peluang kemenangan “BAILEO” belum pasti.
Dan kemenangan paslon di Pilgub Maluku akhirnya ditentukan oleh swing voters atau pemilih mengambang. Segmen pemilih yang belum menentukan sikap ini baru dapat diketahui dua hari, satu hari atau beberapa jam, bahkan beberapa menit sebelum mereka melakukan pencoblosan.

“Nanti kita lihat pada hari H pencoblosan. Bisa SANTUN, bisa BAILEO, atau HEBAT. Meski dari hasil survei BAILEO sementara unggul,” imbuhnya.

BURU MENANG

Ketua Tim Pemenangan “BAILEO” Kabupaten Buru, Aziz Hentihu optimis jagonya meraih 70 persen suara di Buru. “Kami yakin mayoritas masyarakat Buru di atas 70 Persen akan memilih “BAILEO,” kata Hentihu, kemarin.

Bukan tanpa alasan klaim Hentihu, sebab ada kesadaran kolektif dan semangat kolektif masyarakat Buru menyongsong perubahan Maluku khususnya Kepentingan masyarakat Buru terkait kepentingan kebijakan pemerintah provinsi untuk Buru. Dan itu terjadi di masyarakat hampir seluruh kecamatan, desa, dusun secara merata.

Kini semangat untuk menangkan Murad Ismail-Barnabas Orno di akhir episode Pilkada Maluku ini semakin membesar. “Seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya, kita pastikan semangat perubahan dan pilihan itu akan menyebabkan tsunami politik besar terhadap kontestan lawan terutama Paslon SANTUN di kabupaten Buru, dan itu akan terjadi,” tegas wakil ketua DPRD Kabupaten Buru ini.

Tim pemenangan BAILEO Buru yakin pada 27 Juni 2018 “BAILEO” akan menang besar. “Ini akan Kami buktikan disaat perhitungan suara besok. Minimal 70 persen suara “BAILEO” akan diperoleh di Kabupaten Buru,” ujarnya mantap.

Ketua DPC PPP Buru ini memastikan, hingga H-2, tim “BAILEO” telah rampung mematangkan semua lini kerja konsolidasi dan sistem kendali kerja politik guna memenuhi target suara tersebut.

“Kita yakin kerja politik yang sangat kondusif, terstruktur dan sistematis di kecamatan, desa dan dusun, mayoritas masyarakat BURU akan memilih “BAILEO.” Hasil survey KCI-LSI terakhir memang kita sudah menang, namun masih ada 46 persen swing votters yang menjadi target kerja pemenangan kita. Kita yakin mayoritasnya akan menentukan pilihan dan kemenangan kita,” kata Hentihu. (KT/KTA)

Penulis:

Baca Juga