Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Meresahkan Warga SBT Habisi Buaya

badge-check


ILUSTRASI Perbesar

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Dua pekan terakhir, seekor buaya tampak di sungai Wai Gah, Desa Gah, Kecamatan Tutuk Tolu, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Warga yang merasa cemas berhasil menangkapnya hidup-hidup dan langsung dihabisi.

Berhasil ditangkap dan dibunuh, bangkai hewan predator dengan panjang 4,7 meter itu langsung dibuang ke laut, Minggu (6/1).

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Maluku Mukhtar Amin Ahmadi mengaku, buaya itu kerap ditemukan di Sungai yang dijadikan warga sebagai tempat pemandian dan mencuci. Bintang reptil itu dibunuh karena telah meresahkan warga sekitar.

“Kali Gah merupakan tempat mandi dan mencuci masyarakat sekitar dan awalnya bukan merupakan habitat buaya. Sudah dua minggu terakhir munculnya seekor buaya di sungai itu sangat meresahkan masyarat sekitar,” kata Mukhtar, mengutip keterangan Abubakar Lusirih, tokoh masyarakat setempat kepada Kabar Timur melalui telepon selulernya, Senin (7/1).

Buaya yang berhasil ditangkap warga, tambah Mukhtar, merupakan jenis buaya muara. “Saat ditangkap, mereka langsung membunuh buaya tersebut karena keberadaan buaya itu meresahkan masyarakat. Bangkai buaya itu kemudian dibuang ke laut,” katanya.

Warga sekitar menduga masih terdapat buaya lainnya. Olehnya itu, untuk menjaga keselamatan warga dan buaya, KSDA Maluku akan melakukan monitoring di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Jika muncul kembali buaya lainnya akan dilakukan relokasi terhadap buaya tersebut ke tempat habitatnya yang aman dari masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, lokasi penemuan buaya cukup jauh. Dan hingga siang kemarin petugas BKSDA Maluku sedang dalam perjalanan menuju TKP untuk melakukan investigasi.

“Kepada masyarakat diminta segera melaporkan jika terjadi kembali munculnya buaya tersebut melalui call center BKSDA Maluku,” tandasnya. (CR1)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku