KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Pemuda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan daerah sehingga perlu membekali diri.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyerukan generasi muda di daerah itu untuk memperkuat patriotisme dan menjaga persatuan dalam bingkai persaudaraan guna mendukung pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.
“Pemuda harus membentuk rasa patriotik, gigih, dan berempati dalam bingkai persaudaraan untuk membangun Maluku menuju Indonesia Emas 2045,” kata Lewerissa di Ambon, Rabu.
Ia mengatakan hal itu seusai memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Ambon.
Dirinya mengatakan pemuda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan daerah sehingga perlu membekali diri dengan semangat kebangsaan, ketangguhan menghadapi tantangan, serta kepedulian terhadap sesama.
Menurut dia, patriotisme tidak cukup hanya diwujudkan melalui rasa cinta terhadap tanah air, tetapi harus diterjemahkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Persatuan dalam keberagaman menjadi modal penting bagi generasi muda untuk bersama-sama membangun Maluku. Karena itu, pemuda diharapkan mampu menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan menghindari sikap yang dapat memecah belah masyarakat,” kata dia.
Ia juga mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan, meningkatkan prestasi, serta mengambil bagian dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di daerah.
Semangat patriotisme, kegigihan, dan empati, kata dia, perlu berjalan beriringan agar kemajuan yang dicapai tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas manusia dan kepedulian sosial.
“Pemerintah Provinsi Maluku berharap generasi muda dapat menjadi penggerak pembangunan dengan menjaga persatuan, memperkuat nilai persaudaraan, dan mengembangkan potensi demi mewujudkan Maluku yang lebih maju,” katanya.
Dalam kesempatan itu Lewerissa juga membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, teknologi, atau kekayaan, tetapi juga kualitas manusia, karakter, dan kepedulian terhadap sesama.
“Patriotisme harus diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata, sementara kegigihan diperlukan untuk menghadapi kesulitan dan kegagalan. Kedua nilai tersebut harus disertai empati agar kemajuan yang dicapai tetap berlandaskan kemanusiaan,” tuturnya mengutip sambutan Menpora.
Usai upacara, Gubernur Maluku juga menyerahkan penghargaan kepemudaan kepada perwakilan siswa dan mahasiswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian generasi muda sekaligus dorongan untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.(AN/KT)
























