Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Pilkada

Miranti Bisa Kalah “Diperang” Kota

badge-check


Miranti Bisa Kalah “Diperang” Kota Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Empat Calon Bupati Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), akan berebut suara di Pilkada November 2024, mendatang. Siapa kuat?

Pilkada Malteng, diikuti empat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.  Empat calon pemimpin kursi kuasa satu Malteng ini miliki rekam jejak dan pengalaman yang teruji dibidang politik ini, khususnya di Malteng.

Mereka adalah: Mirati Dewaningsih-Daniel Nirahua, Zulkarnain Awat Amir-Mario Lawalata, Andi Munaswir Intan-Tina Tetelepta dan Ibrahim Ruhunussa-Liliane Aitonam.

Informasi yang dihimpun Kabar Timur menyebutkan,  pasangan Miranti-Dani, dengan jargon “Manis” merupakan pasangan terkuat, kendati bakal kalah dalam “perang” merebut suara di Kota Masohi.

“Dalam beberapa moment Pilkada Malteng, Abdullah Tuasikal  “AT” kerap kalah untuk memperoleh suara di Kota Masohi. Rekam jejak kekalahan AT, bisa terjadi untuk pasangan Miranti-Dani. Pasalnya, Miranti-Dani, sama dengan AT,” ungkap Efendi Hatala, salah satu warga Kota Masohi, kepada Kabar Timur, Rabu, kemarin.

Hanya saja, tak bisa dipungkiri kekuatan Miranti-Dani diluar Kota Masohi, atau Dapil-Dapil Malteng, lainnya cukup kuat. Kekuatan ini, lantaran Miranti-Dani dinilai miliki kesiapan infrastruktur dan finansial yang cukup, disbanding tiga kandidat lain.

“Geografis di Malteng jadi ukuran bagi pasangan calon.  Tidak bisa mengandalkan basis, tanpa mendatangi basis. Untuk dating pada setiap basis itu, butuh infrastruktur berupa armada-armada laut, yang memadai, kan. Dan, Miranti-Dani, miliki kesiapan itu,” ujar Hatala.

Selain itu, trans Jawa di Kabupaten Malteng, kencendrungan lebih memilih Miranti-Dani, ketimbang figure lain. “Jumlah pemilih dari trans Jawa di Malteng, jumlahnya cukup signifikan. Ini juga menjadi salah satu kekuatan dari pasangan ini,” sebut dia.

Kendati begitu,  kekuatan pasangan lain seperti Andi Munaswir-Tina Tetelepta berjargot “Amanat” juga menjadi kekuatan kedua, setelah “Manis.” Kesiapan infrastuktur dan finansial tidak bisa dipungkiri tak kalah dengan pasangan “Manis.”

Dikatakan, pasangan “Amanat” akan unggul untuk “perang” mendulang suara di Kota Masohi, dan juga Seram Selatan dan Utara. Maju sebagai Anggota DPRD Maluku, dua periode, dari Partai Gerindra Andi terpilih dengan mendulang suara terbanyak.

Kendati, maju di Pilkada Malteng, Andi tidak didukung oleh partai besutan Prabowo Subianto itu. Potensi besar Andi, yang “dihinati” Partai Gerindra, tidak putus asa, dan tetap pilih  maju sebagai Calon Bupati Malteng, meskipun harus mundur sebagai Calon Anggota DPRD Provinsi terpilih dari Partai Gerindra, Dapil Malteng.

Pasangan Andi-Tina “Amanat” diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa dan PDI-Perjuangan. Bisa jadi, Andi akan membuktikan kerja-kerja politiknya di Pilkada Malteng, mendatang. “Pasangan Amanat, paling dianggap kuat dan menjadi satu-satunya pasangan yang bisa mengalahkan pasangan Miranti-Dani, di Pilkada Malteng, mendatang,” sebut Hatala.  Dia juga memastikan untuk perang suara untuk Kota Masohi, pasangan ini bisa unggul telak.

Miranti-Dani diusung koalisi Parpol NasDem, HANURA, PERINDO, PPP & PIS. Sedangkan, Andi-Tina diusung koalisi dua Parpol, yakni:  PKB  dan PDI-P.

Selain itu, ada pasangan calon lainnya, yakni: Zulkarnain Awat Amir dan Mario Lawalata  berjargon (Kawal), sebagai pasangan Calon dengan parpol pengusung jumbo, diantaranya: Parati Demokrat, Gerindra, PKS, PAN dan Golkar.

Pasangan Kawal dianggap kuat, lantaran miliki jaringan penyelenggara dan juga penguasa saat ini di Kabupaten Malteng. Hanya saja, menurut dia, kekuatan jaringan “penyelenggara” belum dapat diyakini untuk menang di Pilkada Malteng, meskipun diusung koalisi Partai jumbo.

“Ada beberapa pengalaman politik atau Pileg, yang diikuti kandidat calon bupati sebelumnya, yang memaksimalkan jaringan “penyelenggara,” tapi hasilnya nihil. Pengalaman itu, yang menurut saya sulit untuk dapat diwujudkan,” katanya.

Apalagi, Bawaslu Maluku, sendiri sudah mempertegas akan melakukan pengawasan melekat bagi Pilkada di Malteng, mengingat ada Calon Kepala Daerah yang memiliki hubungan kekeluargaan dengan penyelenggra Pemilu. “Pengawasan melekat, akan miliki dampak bagi pasangan Kawal itu,” sebut Hatala.

Karena itu, tambah dia, selain lemah pada basis-basis massa tradisional, maka pasangan Kawal ini akan sulit dapat mendulang suara maksimal dalam “pesta” demokrasi di Pilkada Malteng, mendatang, kendati pasangan ini dibantu penguasa setempat.

Hatala justru mengaku, Kawal akan tergilas dengan pasangan Ibrahim Ruhunussa-Liliane Aitonam deng jargon “Nusa Ina.”  Menurut dia, basis massa  Pasangan Kawal, sudah tergilas habis dari pasangan “Nusa Ina” yang didukung oleh Parpol-Parpol non seat.

Pasangan Nusa Ina, merupakan kuda hitam di Pilkada Malteng, untuk melawan dua pasangan Calon lainnya seperti, Miranti-Dani dan Andi-Tina. Pasalnya, pasangan Nusa Ina miliki dukungan massa tradisional riil, dari Kecamatan Jasirah Leihitu dan Salahutu.

Apalagi, lanjut dia, dua kecamatan ini sebagai pemilih terbanyak di Kabupaten Malteng.  “Disini yang saya katakana kalua pasangan Nusa Ina,  meski didukung oleh Parpol-Parpol Non Seat, tapi figurnya miliki pendukung massa riil. Dan, bisa saja pasangan ini, akan keluar sebagai pemenang di Pilkada Malteng,” tambahnya. (KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku