Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Politik

Latuconsina “Berpotensi” Geser Sampono

badge-check


Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Lembaga penyelenggara pemilu itu, menyampaikan suara yang masuk di Sirekap, tidak menjadi rujukan penghitungan hasil di Pemilu 2024.

Rekap hasil suara Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Legislatif), hingga saat ini masih berlangsung. Siapa yang bakal lolos dalam “pesta” ini pun, mulai tampak. Setidaknya, perolehan suara sementara telah memposisikan mereka sebagai jawara dalam “pesta” itu.

Rebutan empat kursi senator Maluku menuju Senayan dalam “pesta” itu, sudah bisa diprediksi. Empat incumbent Calon Dewan Pimpinan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), tiga diantaranya masih teratas jumlah perolehan suara.

Data KPU 19 Februari 2023, dengan data masuk 43, 65 persen, tiga srikandi Senator Maluku ini masih perkasa. Adalah: Novita Anakotta peringkat teratas sebanyak 58.969 suara, kedua, Ana Latuconsina 37.331 suara dan ketiga Miranti Dewiningsih 33.080 suara.

Suara tiga srikandi Maluku ini, dipastikan sulit dikejar peserta “pesta” lainnya. Dan, tiga kursi senator Maluku di Pileg 2024 ini, masih diperoleh ketiga srikandi incumbent ini.

Sedangkan, kursi ke-empat masih jadi perebutan. Incumbent, Nono Sampono tertinggal dari Bisri AS Shidiq Latuconsina sebagai pendatang baru calon senator Maluku.

Suara Nono Sampono hingga Senin, kemarin, tercatat 25.486 suara dan Bisri Latuconsina 29.974 suara dengan selisi lebih dari 3 ribu suara.

Diposisi ke-enam Frangkois Orno Klemens Orno, adik dari Wakil Gubernur Maluku tercatat memperoleh 21.425, berikutnya Siti Amina Amaharu 17.578 suara dan selanjutnya Melkias Frans 17.386 suara.

Sementara itu, Nono Sampono mendatangi posko pengaduan pelanggaran Pemilu 2024 DPD RI Maluku, Senin, kemarin. Dia mengadukan Sistim Informasi Rekapitilasi Suara (Sirekap) oleh KPU yang tidak sesuai dengan suara di formulir C1 terutama anggota DPD RI.

Dia mengaku, ada dugaan, penggelembungan suara pada data informasi KPU soal selisih temuan C1 dengan pemilih 2024 di KPU.go.id dengan total 72. 067 suara sesuai temuan, pada 17 Februari 2024, pukul17.31WIT, dan khusus 14 calon DPD RI sesuai grafik. Setelah ditelaah terjadi penggelembungan suara.

Menurut dia, informasi perolehan yang beredar, sudah mengkonfirmasi ke KPU RI. Lembaga penyelenggara pemilu itu, menyampaikan suara yang masuk di Sirekap, tidak menjadi rujukan penghitungan hasil di Pemilu 2024.

“Memang setelah ditelaah terjadi penggelembungan suara. Dugaan seperti ini dapat menguntungkan dan merugikan calon lain. Sirekap tidak bisa dijadikan rujukan hasil perolehan suara. Namun bagaimanapun ini sudah menjadi konsumsi publik,” ujar Nono.

Ia mencontohkan, salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS), Ana Latuconsina, hanya dapat angka 4, tapi diinput dapat 804 suara. Padahal, setiap TPS maksimal 300 pemilih tidak bisa lebih dari itu.

“Kok bisa terjadi seperti itu. Saya juga mencontohkan, calon anggota DPD RI, Bisri Latuconsina meraih 11 suara, namun diinput 872 suara. Tak hanya itu, calon anggota DPD RI, La Jala, dapat 2 suara, tapi diinput dapat 202 suara. Ini gila tidak masuk akal. Jangan merusak demokrasi,” kata Nono dengan nada kesal.

Nono mengaku dirinya tidak mau ikut terlibat main politik tidak benar, tetapi apa adanya. Karena lebih menginginkan demokrasi yang bersih dan amanah.

“Demi Tuhan saya tidak bermain. Kita berharap demokrasi ini terbuka, jujur dan tidak merugikan masyarakat. Saya dapat Ayam, tapi enak saja orang lain dapat Sapi. Saya tidak menuding siapa-siapa, tapi ini sesuai data dan fakta,” paparnya.

Nono mengaku, bakal melaporkan dugaan tersebut ke KPU dan Bawaslu agar bisa ditindaklanjuti. Sirekap, lanjut dia, dianggap bermasalah karena tidak saja di suatu daerah, tetapi hampir semua daerah bermasalah.Bahkan dilaporkan juga ke KPU dan Bawaslu RI.

“Saya bakal laporkan ke KPU dan Bawaslu. Saya minta semua data di Sirekap dihapus karena data tidak betul. Mesti dihitung berjenjang di PPS, PPK dan KPU Kabupaten/Kota dan Provinsi secara manual. Mesti dilakukan perbaikan. Ini tidak rasional dan diluar logika,”tegasnya.

Ketua Tim Media Center Nono Sampono, Sukardi menegaskan, temuan pelanggaran dari saksi pihaknya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), juga temuan di Ambon.

“Sengaja kami mengelompokkan tiga kesalahan pada Sirekap yang saat ini digunakan seluruh calon DPD RI ada yang tidak sesuai,” ungkapnya.(KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku