Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Kriminal

Kasus “Aniaya” Mahasiswi Unpatti Masih Didalami

badge-check


Kasus “Aniaya” Mahasiswi Unpatti Masih Didalami Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Bila ditemukan hal-hal yang mengarah ke tindakan melawan hukum, selanjutnya bakal naik ke tahap berikutnya.

Penyidik Reskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease hingga kini masih mendalami dugaan kasus penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan salah satu oknum dosen Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon berinisial OR terhadap mahasiswinya.

“Untuk kasusnya, sementara masih lidik,” kata Paur Subbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Izack Leatemia dihubungi Kabar Timur, Rabu (21/7).

Menurutnya, lidik berarti memeriksa dengan teliti dan cermat. Jika kemudian ditemukan ada hal-hal yang mengarah ke tindakan melawan hukum, maka selanjutnya ada naik ke tahap selanjutnya.

“Saya sudah konfirmasi ke KBO Reskrim Polresta Ambon dan perkembangan sementara seperti itu,” singkatnya.

Sebelumnya diberitakan, OR, salah satu oknum dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan (Fisip) Universitas Pattimura Ambon akhirnya resmi diadukan ke Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

OR dilaporkan oleh Hapsa Rahawarin atas dugaan kasus penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan kepada Andi W Rahawarin.

“Iya benar, Andi (korban-red) bersama ibunya Hapsa baru saja mendatangi Polresta Ambon sekira pukul 19.20 WIT. Kedatangan mereka untuk melaporkan dugaan kasus penganiyaan dan penyekapan yang dilakukan salah satu oknum dosen Unpatti Ambon,” kata Paur Subbag Humas Polresta Ambon, Ipda Izack Leatemia kepada Kabar Timur, Selasa malam (28/6).

Dia mengatakan, korban dan ibu korban datang sendiri dan langsung melapor ke piket penjagaan SPKT Polresta Ambon. “Info dari KSPK sudah diterima. Untuk LP nya nanti menyusul,” sebut dia

Leatemia menambahkan, setiap laporan masuk ke Pokresta Ambon, tentu akan diproses sesuai prosedur yang ada. “Ini baru laporan. Nanti ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku,” tukasnya. (KTY)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku