KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak SDM unggul berdaya saing global.
Sebanyak 1.713 lulusan resmi dikukuhkan dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Unpatti Periode Oktober 2026, yang tidak hanya dihadiri mahasiswa dari kampus utama, tetapi juga dari Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kabupaten Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya.
Di tengah era disrupsi global dan gempuran kecerdasan buatan, Rektor Unpatti Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menegaskan bahwa tolok ukur kesuksesan perguruan tinggi hari ini telah bergeser.
Kampus tidak lagi diukur dari seberapa banyak ijazah yang dicetak, melainkan seberapa besar dampak nyata keilmuan para lulusannya di dunia kerja dan kontribusinya bagi pembangunan daerah.
“Wisuda hari ini bukanlah sekadar seremoni pelepasan akademik, melainkan momentum akuntabilitas publik bagi institusi ini,” tegas Prof. Fredy di Ambon, Senin.
Untuk memastikan ribuan lulusannya tidak menjadi penonton di tanah sendiri, Unpatti kini menggenjot mutu institusi lewat tiga pilar transformasi utama.
Pertama, akselerasi Indikator Kinerja Utama (IKU) yang fokus pada serapan lulusan di dunia industri, perluasan pengalaman mahasiswa di luar kampus, serta hilirisasi riset dosen.
Kedua, penguatan mutu akademik berbasis kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dan integrasi teknologi digital.
Ketiga, langkah serius menuju universitas berkelas dunia (world-class university) melalui jejaring global dan publikasi ilmiah bereputasi.
Kesiapan ini didukung penuh oleh fondasi kelembagaan yang kokoh. Saat ini, Unpatti menopang 32.842 mahasiswa aktif dengan kekuatan 1.343 aparatur sipil negara, yang mencakup 95 guru besar aktif, 423 dosen bergelar doktor, serta 756 magister.
Tak tanggung-tanggung, 19 program studi di kampus pencetak tunas bangsa ini telah mengantongi akreditasi Unggul, dan 18 prodi lainnya tengah bersiap memburu akreditasi internasional.
Dari total 1.713 lulusan periode ini, rinciannya terdiri atas 1.621 sarjana, 70 magister, enam doktor, 15 lulusan profesi dokter, hingga satu lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Maluku Sadali Ie, mengingatkan para wisudawan akan tantangan besar di depan mata.
Di tengah limpahan sumber daya alam Maluku—mulai dari perikanan, pertanian, energi, hingga pariwisata—daerah ini membutuhkan otak-otak cemerlang yang menguasai sains dan inovasi.
Gubernur menekankan, di era disrupsi iklim dan teknologi saat ini, masa depan Maluku sangat bergantung pada kualitas manusianya.
“Masa depan Maluku tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam yang kita miliki, tetapi terutama oleh kualitas manusia yang mampu mengelola pengetahuan, menciptakan inovasi, dan menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat,” pesan Gubernur.
Dengan bekal kompetensi global ini, ribuan “punggawa” baru lulusan Unpatti kini siap dilepas ke medan juang—membawa harapan baru dari Maluku untuk Indonesia dan dunia. (KT)
























