KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon resmi mengambil langkah besar untuk membenahi penyaluran bantuan sosial (Bansos).
Sebanyak 650 agen pendata digital dikerahkan ke lapangan demi memastikan bantuan jatuh ke tangan yang benar-benar membutuhkan.
Langkah ini diawali dengan pelatihan intensif bagi para agen yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Ambon.
Selama dua hari, mereka digembleng untuk menguasai sistem pendataan digital terbaru guna meminimalisir celah manipulasi data.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan selama ini masalah klasik bansos adalah ketidakmerataan dan ketidakteraturan data.
Dengan sistem digital yang terintegrasi dengan data kependudukan, ia menjamin ruang untuk “main mata” dalam daftar penerima bantuan akan tertutup.
“Persoalan bansos selama ini adalah penerima yang tidak tepat. Kita ingin bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Tadi sudah simulasi, saya lihat sistemnya kuat, susah untuk ditukar-tukar,” tegas Bodewin di Ambon, Selasa, 12 Mei 2026.
Wali Kota berharap kerja keras ratusan agen ini akan menghasilkan data valid yang menjadi kompas bagi pemerintah dalam menyalurkan berbagai jenis bantuan di masa depan.
Transformasi ini bukan sekadar gaya-gayaan digital. Pelaksana Tugas Deputi Bidang Transformasi Digital Pemerintah Kemenpan-RB, Cahyono Tri Birowo, menjelaskan strategi ini melibatkan pemanfaatan data lintas sektoral yang sangat mendetail.
Melalui aplikasi Portal Perlindungan Sosial (Parlinsos), data setiap warga akan dipotret secara utuh berdasarkan karakteristik aslinya.
“Bayangkan, setiap warga memiliki profil data yang khas; mulai dari penggunaan listrik, tingkat pendapatan, hingga kondisi kesehatan. Semua ini saling terkoneksi secara digital,” jelas Cahyono.
Dukungan teknologi ini mencakup identitas digital, pertukaran data publik, hingga sistem pembayaran digital.
Tujuannya satu: meningkatkan kualitas kerja para agen di lapangan agar data yang terkumpul memiliki tingkat akurasi yang tinggi.
Dengan hadirnya 650 agen digital ini, Pemkot Ambon optimistis keluhan masyarakat mengenai bansos yang tidak tepat sasaran akan berkurang drastis, sehingga program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan bisa berjalan lebih efektif. (KT)


























