KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Selasa pagi di Desa Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, terasa sedikit berbeda dari biasanya.
Langkah-langkah tegap para prajurit Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Pattimura tidak sedang berbaris di landasan pacu, melainkan menyusuri sepanjang ruas jalan desa dengan sapu, kantong sampah, dan semangat menyala.
Bukan sekadar perayaan seremonial biasa. Dalam rangka memperingati Hari Bakti Ke-79 TNI Angkatan Udara, Lanud Pattimura memilih menyingsingkan lengan baju dan turun langsung ke lapangan lewat aksi nyata bersih-bersih lingkungan.
Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Komandan Lanud (Danlanud) Pattimura, Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar.
Bersama seluruh personelnya, Danlanud menyisir sampah yang berserakan, memberikan contoh nyata bahwa menjaga kelestarian bumi tidak mengenal pangkat maupun jabatan.
“Aksi ini merupakan bentuk komitmen Lanud Pattimura untuk hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau institusi tertentu, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua,” tegas Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar di sela-sela kegiatan.
Pemandangan para prajurit TNI AU yang bahu-membahu merapikan Desa Hatu tak hanya menyulap kawasan tersebut menjadi lebih sehat, rapi, dan asri. Lebih dari itu, aksi ini sejatinya menjadi sarana edukasi visual yang kuat bagi warga sekitar.
Kehadiran para prajurit di jalanan desa menyematkan pesan mendalam agar masyarakat semakin sadar untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan dan mulai membangun budaya hidup bersih dari lingkungan terdekat.
Melalui helatan ini, Lanud Pattimura juga ingin menyiram kembali benih-benih semangat gotong royong yang mungkin mulai tergerus zaman.
Dengan merawat kepedulian bersama, kebersihan lingkungan Desa Hatu diharapkan tak cuma bertahan sehari dua hari, melainkan dapat terjaga secara berkelanjutan oleh warga setempat.
Bagi Lanud Pattimura, Peringatan Hari Bakti Ke-79 TNI AU adalah momen refleksi untuk kembali ke akar keberadaan TNI: hadir dan memberi manfaat nyata bagi rakyat.
Pagi itu di Desa Hatu, kepedulian tersebut diwujudkan bukan lewat deretan kata manis, melainkan lewat keringat dan aksi nyata yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat. (AN/KT)

























