KABARTIMURNEWS.COM.AMBON- Kota Ambon kembali mengukir prestasi gemilang di bawah kepemimpinan Wali Kota Bodewin M. Wattimena. Ketegasan dan “tangan dingin” Bodewin dalam membenahi birokrasi berbuah manis dengan diraihnya predikat sangat baik dalam penilaian Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) Tahun 2025.
Berdasarkan hasil evaluasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Ambon sukses menembus skor tinggi 92,29.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata bahwa reformasi sistem yang didorong Bodewin telah mengubah wajah pengadaan barang dan jasa di Kota Ambon menjadi lebih transparan dan bersih.
Bodewin menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari komitmen tanpa kompromi untuk menutup celah penyimpangan anggaran.
“Nilai 92,29 ini menunjukkan tata kelola kita sudah di jalur yang benar. Ini buah dari kerja keras memperbaiki sistem dan meningkatkan integritas agar anggaran daerah benar-benar tepat sasaran,” ujar Bodewin dengan optimis.
Bagi Bodewin, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar urusan berkas atau administratif belaka.
Ia memandangnya sebagai instrumen vital agar setiap rupiah dari APBD bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Ambon melalui pembangunan yang berkualitas.
Capaian yang tertuang dalam Surat LKPP Nomor 1550/D.2.1/01/2026 ini didorong oleh tiga pilar utama yang terus digenjot oleh Pemkot Ambon: Pertama: Pemanfaatan Sistem Digital: Digitalisasi pengadaan untuk meminimalisir interaksi yang berisiko korupsi.
Kedua: SDM Unggul: Peningkatan kualifikasi dan kompetensi aparatur pengadaan. Ketiga: Kematangan UKPBJ: Unit Kerja Pengadaan yang kini bekerja lebih profesional dan independen.
Bodewin juga memberikan apresiasi khusus kepada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Ambon. Menurutnya, sinergi antarperangkat daerah menjadi kunci mengapa Ambon bisa melesat melampaui target.
Kendati, sudah meraih predikat Sangat Baik, Bodewin tidak ingin jajarannya cepat puas. Ia menargetkan penguatan kapasitas SDM dan pengawasan berkelanjutan agar prestasi ini tetap terjaga, bahkan meningkat di tahun-tahun mendatang.
“Capaian ini harus jadi motivasi. Kita tidak boleh kendor dalam menjaga konsistensi kualitas layanan publik,” pungkasnya. (KT)



























