KABARTIMURNEWS.COM.BULA-Suasana mencekam menyelimuti Desa Fattolo, Kecamatan Bula, Senin malam 19 Januari 2026.
Semburan minyak bumi bercampur gas dari sumur milik PT Kalrez Petroleum Ltd dilaporkan meluap hingga mendekati permukiman.
Sumburan itu, memicu kepanikan massal yang memaksa warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Peristiwa itu, terjadi sekitar pukul 20.30 WIT ini mengubah ketenangan desa menjadi situasi darurat saat asap pekat dan aroma gas yang menyengat mulai mengepung rumah-rumah warga.
Bhabinkamtibmas Negeri Fattolo, Aipda Abdul Syukur Agoha, mengungkapkan tanda-tanda semburan sebenarnya sudah terlihat sejak siang hari. Namun, situasi memburuk secara drastis saat hari mulai gelap.
“Kepanikan muncul malam hari karena asap dan bau gas semakin terasa kuat. Sebagian warga langsung memutuskan mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujar Agoha dikonfirmasi, Selasa, 20 Januari 2026.
Merespons kondisi tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat dengan memasang garis polisi (police line), Selasa dini hari pukul 00.00 WIT guna mensterilkan area berbahaya.
Warga dilarang keras menyalakan api atau berada di area searah hembusan angin karena risiko kebakaran yang sangat tinggi.
Di balik insiden teknis ini, terungkap fakta miris mengenai kondisi internal PT Kalrez Petroleum Ltd.
Perwakilan Departemen Produksi PT Kalrez, Wahyu, menjelaskan bahwa semburan tersebut adalah fenomena natural flow pada sumur 28 S6 yang berstatus tidak aktif (shut-in).
Namun, Wahyu tidak menampik bahwa penanganan di lapangan terkendala oleh masalah operasional yang serius, yakni hak pekerja yang belum terpenuhi.
Hingga saat ini, pihak perusahaan berusaha menjinakkan semburan dengan sistem bypass, mengalirkan gas ke separator untuk ditampung ke tangki. Truk vakum dari Citic juga dikerahkan untuk membantu mengurangi volume semburan.
Pihak perusahaan memastikan bahwa berdasarkan deteksi sementara, gas tersebut tidak mengandung racun berbahaya, namun sifatnya sangat mudah terbakar.
Pihak berwajib dan perusahaan mengimbau masyarakat untuk: Tetap Tenang dan mengikuti arahan teknis, menjaga jarak aman dan tidak mendekati lokasi sumur dan dilarang menyalakan api atau melakukan aktivitas pembakaran di sekitar wilayah terdampak.
Kondisi saat ini masih dalam pemantauan ketat oleh aparat keamanan dan tim teknis untuk memastikan semburan tidak meluas ke area yang lebih padat penduduk. (KT)


























