KABARTIMURNEWS.COM.PAPUA-Semangat kemitraan di Papua terus tumbuh guna mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan, anak,
Pemerintah Provinsi Papua memperkuat kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan.
Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen di Jayapura, Rabu, mengatakan dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan dibutuhkan kerja sama semua pihak.
“Kekerasan terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pelanggaran nilai kemanusiaan yang luhur,” katanya.
Menurut Aryoko tindakan kekerasan sangat mencederai martabat manusia dan menghambat kemajuan bangsa.
“Persoalan kekerasan di Papua masih menjadi tantangan nyata yang berdampak pada kualitas hidup dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” ujarnya.
Oleh karena itu, katanya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan perlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat antara pemerintah daerah, lembaga swasta, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.
“Untuk itu kami melakukan penandatanganan kesepakatan sebagai bukti nyata bahwa semangat kemitraan di Papua terus tumbuh guna mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan,” katanya lagi.
Dia menambahkan, dengan kolaborasi ini merupakan langkah strategis menuju Papua yang lebih adil, aman, dan inklusif bagi semua.
“Melalui kerja sama itu kami akan terus memastikan setiap perempuan dan anak dapat hidup aman, mendapat layanan perlindungan, serta memperoleh keadilan dan pemulihan yang bermartabat,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov Papua bersama instansi terkait lainnya telah melakukan penandatangan kesepakatan bersama layanan terpadu bagi perempuan, anak dan kelompok rentan yang bertempat di Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Selasa (18/11). (AN/KT)



























