Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Sorot

Usut Kasus Penganiayaan di Bula

Kapolda Maluku Perintah Dansat Brimob Usut Tuntas

badge-check


Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, di Ambon. Perbesar

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, di Ambon.

KABARTIMURNEWS.COM. AMBON

Kapolda sudah langsung perintah Dansat Brimob dan Kasi Provos bersama tim Paminal Bid Propam Polda Maluku menuju SBT.

Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menindak tegas oknum anggota Brimob yang terlibat dalam penganiayaan terhadap warga di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

“Kasus ini sedang ditangani tim gabungan dari Propam Polda Maluku dan Provos Brimob,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, di Ambon, Senin.

Ia menyatakan pihaknya menyesalkan tindakan belasan anggota Brimob Kompi 3 Batalyon B yang diduga melakukan penganiayaan tersebut. Ia menegaskan perbuatan itu tidak akan ditoleransi.

“Kapolda sudah langsung memerintahkan Dansat Brimob dan Kasi Provos bersama tim Paminal Bid Propam Polda Maluku menuju SBT untuk menangani dan mengusut tuntas dugaan penganiayaan warga itu,” ujarnya.

Menurutnya, setiap anggota polisi yang terbukti melanggar hukum akan diproses sesuai aturan. “Polda Maluku tidak akan melindungi oknum yang terbukti melakukan kesalahan. Pasti diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya menegaskan.

Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. “Siapapun yang terlibat penganiayaan pasti ditindak. Namun kami mohon masyarakat bisa menahan emosi. Kasus awal juga sedang ditangani Polres SBT. Prinsipnya kita akan terbuka dan tetap menyelesaikan permasalahan ini,” ucap Rositah.

Diberitakan sebelumnya, warga tak terima. Mereka datang tuntut perlakuan “kekerasan” belasan oknum anggota Brimob yang lakukan penyerangan diadili.

Warga Kota Bula, Ibukota Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku, Senin, 22 September 2025, mendatangi Markas Brimob, di Kota itu, sebagai bentuk protes  terhadap aksi oknum anggota Brimob disalah satu pesta.

Oknum anggota Brimob itu, diduga “mabuk” lantas membuat onar di acara pesta, pada malam minggu, (Sabtu, 20, September 2025). Oknum Brimob itu, terlibat adu cek cok dengan pemuda di lingkungan, tempat berlangsungsungnya acara pesta itu.

“Adu mulut yang terjadi dengan salah satu pemuda, coba dimediasi oleh Ketua Pemuda, dia malah dicaci maki oknum Brimob. Bahkan, ketua pemuda lingkungan kita sempat dicekik oleh yang bersangkutan,” tutur Jamina Rumadedey (26), salah satu korban, kepada wartawan di Bula.

Peristiwa yang semula tak begitu panas, berubah, setelah oknum Brimob yang mencekik  ketua Pemuda, dilihat oleh pemuda lainnya.  Mereka marah dan lakukan perlawanan terhadap oknum Brimob itu.

Dia bertutur, Minggu, 21 September 2025, atau keesokan hari setelah insiden itu, korban membuat laporan resmi ke Polres, setempat.  Hanya saja, sehari kemudian, atau tepatnya, Senin, 22 September 2025,  rumahnya didatangi belasan oknum Brimob berbaju preman dan bersenjata.

“Mereka datang langsung beraksi, lakukan tindak kekerasan dalam rumah saya, tanpa prosedur. Langsung masuk rumah dan main pukul.  Suami saya baru pulang. Masyarakat yang mau bantu ditodong senjata,” kata Jamiina.

Korban mengaku, diseret hingga bajunya robek dan kakaknya didorong. “Suami saya sampai pingsan, mama gemetar lihat,” ucapnya.  Menurutnya, para pelaku diduga masih bau minuman keras.

“Kami datang ke Pos Brimob untuk minta kejelasan. Kami minta pelaku hadir, dan ini harus diproses secara hukum,” kata Jamiina. Aksi warga Bersama korban di Markas Brimob ini, untuk desak pelaku segera diadili.

MINTA MAAF

Kepolisian meminta maaf terhadap insiden itu. Permintaan maaf ini, disampaikan,Ipda Fadli Hasan, Wadanki 3 Batalyon B Pelopor, Satbrimobda Polda Maluku. Selain minta maaf dia juga mengatakan sebanyak 17 oknum anggota Brimob telah diamankan pihaknya.

“Ini sangat kami sesalkan. Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban, atas insiden yang terjadi,” kata Ipda Fadli Hasan kepada wartawan, Senin, 22 September 2025.

Fadli juga mengakui, kejadian bermula dari keributan dalam sebuah pesta di lingkungan warga, pada malam Minggu. Aparat sebenarnya sedang berupaya selesaikan masalah itu bersama Ketua Pemuda setempat, namun situasi di luar dugaan justru memburuk.

“Saat kita koordinasi, tiba-tiba muncul kejadian seperti ini. Mudah-mudahan kita bisa komunikasikan dengan semua pihak agar situasi cepat normal,” katanya.

MASIH PROSES

Sementara itu, menurut dia, sejak kejadian, pihaknya telah mengamankan sebanyak 17 anggota Brimob baik yang terlibat langsung maupun yang berada di lokasi. “Saat ini, proses penanganan masih menunggu arahan dari Komandan Satbrimob Polda Maluku. Semua sudah kita kendalikan. Kita serahkan keputusan pada pimpinan,” tegasnya.

Selain itu, dia menepis, para anggota bawa senjata saat kejadian. “Untuk senjata saya jamin tidak ada. Kalau pun ada yang dikira bawa itu hanya senjata yang kami amankan di pos agar tidak terpancing. Kami tidak ingin ada korban lebih banyak,” tutupnya. (KT/AN)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Polda Maluku Dalami Dugaan Kepemilikan 57 Burung Dilindungi

25 Juli 2026 - 20:50 WIT

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

Kisah Haru di Balik Upacara Prasetya Perwira 2026

22 Juli 2026 - 13:29 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Trending di Sorot