KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Ketua DPRD Kota irit bicara dan tunjukan wartawan ke BK. Ketua maupun anggota BK, ogah respon!
Tak ada yang berani bersuara menyikapi salah satu anggota DPRD Kota Ambon yang malas “ngantor.” Anggota DPRD dimaksud adalah: Valentino Amarhosea. Politisi Partai Gerindra itu, kabarnya lebih banyak “berkantor” di Jakarta, lantaran ada tugas partai.
Bolos kerja atau malas berkantor sebagai wakil rakyat seolah tak masalah dan tak ada larangan. Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela, dikonfirmasi terkait ini, irit bicara. Tamaela meminta wartawan ke Badan Kehormatan (BK).
“Nanti tanyakan ke Ketua BK, atau anggota BK. Dengan begitu masalahnya bisa ditelusuri,” kata politisi Partai Nasdem, sambil berlalu meninggalkan wartawan, menuju ruang sidang, Selasa 22 Juli 2025.
Kendati diarahkan untuk konfirmasi Ketua BK DPRD Kota Ambon, Jacoba Lekahena, ogah merespon konfirmasi wartawan. Pesan singkat via whats APP, yang dikirim hanya dibaca, namun tidak sama sekali ditanggapi atau direspon.
Diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD Kota Ambon, disorot publik, lantaran malas masuk kantor. Kabarnya, yang bersangkutan lebih banyak ditugaskan partai di Jakarta.
Adalah: Valentino Amarhosea, politisi Partai Gerindra. “Dia katanya ditugaskan partai ke Jakarta. Jadi, aktifitasnya lebih banyak di Jakarta. Di Ambon dan kehadiran di ngantor minim,” ungkap sejumlah rekannya di Gedung Rakyat Belakang Soya, Ambon, Senin, 21 July 2025.
Minimnya Valentino bukan rahasia dilingkup DPRD Kota Ambon. “Sejak dilantik, hingga saat ini, baru sekali ikut paripurna, selebihnya, absen,” tutur keoleganya di Komisi III DPRD Kota Ambon, terpisah kemarin.
Tidak hanya dikalangan politisi belakang Soya yang mengakui rekannya Valentino yang juga politisi Partai Gerindra itu, malas ngantor. Sejumlah pejabat di Pemkot Ambon, menyebut Valentino jarang terlihat dalam rapat bersama mereka.
“Mungkin sering tugas luar daerah oleh Partainya. Makanya kita lihat yang bersangkutan jarang ada di rapat-rapat bersama Pemkot,” ungkap informasi dari lingkup Pemkot Ambon. Bahkan, konstituen Valentino mengakui, malas ngantornya sang wakil rakyat itu.
“Harapan kita Valentino bisa bantu kita salurkan aspirasi. Tapi, harapan kita ini tampaknya pupus,” ungkap beberapa konstituen Valentino yang dihubungi terpisah kabartimurnews.com, Senin, 21 July 2025.
Menurut mereka, Valentino tak seperti waktu awal-awalnya berjuang bersama mereka hingga jadi anggota DPRD saat ini. Awalnya aku mereka, komunikasi Valentino dengan konstituen lancar tanpa sekat, kapan pun dihubungi pasti nyambung.
“Kalau, kita telapon, kita hubungi lewat pesan singkat seketika membalas cepat. Tapi, belakangan ini tidak. Pesan-pesan yang kita kirim tak ada yang dibalas. Ya, mungkin sibuk di Jakarta, lupa kami di Ambon,” beber mereka dgn nada kecewa.
Menurut mereka, Valentino tak seperti dulu. Dia lebih, banyak habiskan waktu dalam tugas partai di Jakarta, seolah tak ada lagi kader Partai Gerindra lain.
“Valentino, mungkin ditugaskan berkantor di DPP Partai Gerindra di Jakarta, perwakilan Gerindra Maluku. Makanya yang bersangkutan jarang ngantor sebagai Anggota DPRD Kota,” sentil mereka.
Menyoal apakah benar Partai Gerindra Maluku, kerap menugaskan yang bersangkutan dinas di Jakarta? Ditanya demikian, mereka menjawab faktanya seperti itu.
“Benar atau tidak, Partai Gerindra yang tau soal itu. Sebab, yang berkembang informasi, kalau dia ke jakarta sampai lupa tugas sebagai wakil rakyat itu, karena tugas partai,” sebut mereka.
Valentino Amorsea dikenal sebagai orang dekat Ketua DPD Partai Gerindra Maluku, Hendrik Lewerissa, yang juga Gubernur Maluku, saat ini. Sebelum menjadi Anggota DPRD, Valentino adalah salah satu staf Hendrik Lewerissa, ketika Gubernur Maluku itu, masih menjadi Anggota DPR RI, Dapil Maluku.
Tak heran, bila Valentino saat ini kerap mengemban tugas “khusus” Partai Gerindra Maluku, di Jakarta. Apalagi, lima tahun menjadi staf di DPR RI, setidaknya itu, jadi modal besar bagi Partai Gerindra Maluku, untuk berkantor di Jakarta ketimbang Ambon.
Hanya saja, mereka ragu, tugas Valentino di Jakarta, bukan semata tugas partai, tapi ada tugas lain yang samar-samar telah jadi isu dikalangan politisi di Gedung Rakyat Belakang Soya, sebagai tugas pribadi dan privacy. (KT/KTL)



























