KABARTIMURNEW.COM.AMBON – Sejumlah proyek di Maluku diduga bermasalah. Hal inilah mendorong Koalisi Merah Putih, Lembaga Swadaya Masyarakat Maluku mengelar aksi demo meminta atensi DPRD Maluku, melalui Komisi III sebagai mitra menyikapi permasalahan tersebut.
Aksi demonstrasi dengan penanggungjawab Aiwi Rumadanan itu, berlangsung di rumah rakyat, karang panjang, Ambon, Senin (26/5).
Para pendemomenyentil proyek pembangunan jalan dan jembatan, khususnya di wilayah Kabupaten Buru.
Proyek tersebut diantaranya Ali Mako, Modan Mohe pada tahun anggaran 2023, dengan pagu anggaran Rp 47.964.465.000, dikerjakan PT Tarawesi Artamega.
Pekerjaan jalan dan jembatan di Waiteba, Wai Rahwai dan Waiter yang dikerjakan oleh PT Wimala Nusantara Jaya tahun anggaran 2024 sebesar Rp50.673.179.000, dengan volume pekerjaan yang terlampir pada data dan diduga pekerjaan tersebut mestinya selesai pada Juni 2024.
Berdasarkan masa kontrak pekerjaan yaitu 451 hari kalender terhitung 15 bulan waktu pekerjaan. Namun berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan, pekerjaan tersebut diduga tidak selesai atau mangkrak, sementara pekerjaan tersebut telah menghabiskan anggaran negara dengan kerugian lebih Rp 100 miliar.
Dalam pekerjaan tersebut pihaknya menduga BPJN Maluku dan perusahaan tidak transparansi dalam proyek tersebut,



























