KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Turnamen U-16 Shield Champions di Kuala Lumpur, berhasil dijuarai Tim Nasional (Timnas) Pelajar Garuda Muda U-15 asal Maluku, dengan menumbangkan MRSM TrenDucks Malaysia dengan Skor 1-0, yang berlangsung beberapa waktu lalu.
Atas prestasi itu, Gubernur, Hendrik Lewerissa menggelar acara Ramah Tamah dengan Timnas Pelajar Garuda Muda U-15 asal Maluku, bertempat di GIIA Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (29/4) malam.
Hadir juga dalam acara tersebut, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Maluku, Sekda, Ketua KONI , Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku, para pelatih, manajer, serta para orang tua.
Gubernur atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, mengucapkan terima kasih banyak atas capaian yang telah pelatih, manajer dan tim telah ukir di Malaysia.
“Di Maluku sudah terlalu lama kita tertunduk, dan peristiwa-peristiwa seperti ini lewat capaian di level Internasional membuat kita sebagai orang Maluku bangkit kembali,” ungkapnya.
Orang nomor satu di provinsi seribu pulau ini, juga memberikan apresiasi sebagai bentuk cinta upaya memajukan olahraga Maluku secara mandiri tetapi kedepan, harus dikoordinasikan lebih baik lagi dengan institusi atau asosiasi seperti KONI.
Di tempat yang sama Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur G. Watubun, mengucapkan selamat karena telah meraih juara.
“Mewakili masyarakat Maluku kami seirama dengan proses pembinaan yang dilakukan, memang kali ini club ini jalan sendiri, tapi besok dan seterusnya ada dalam 1 kelompok bersama supaya bisa diatur oleh KONI dan adik-adik semua punya perjenjangan bisa berjalan dengan baik,” terangnya.
Dirinya baik secara pribadi maupun institusi, mendukung upaya Gubernur di bidang olahraga sesuai dengan Visi Misi, dan DPRD selalu satu frekuensi dengan apa yang dilakukan oleh KONI dalam meningkatkan minat adik-adik sekalian khususnya di bidang olahraga.
Ketua KONI Maluku, Sam Latuconsina, menjelaskan pembinaan berjenjang itu, harus berkolaborasi dengan cabang olahraga, sehingga bisa tetap terkoneksi dengan PSSI di tingkat Nasional.
“Sistem pembinaannya harus diatur baik-baik, memang KONI tidak bisa mengintervensi club secara langsung, karena harus terlibat dengan cabang olahraga, baru dari cabang olahraga dibuat pembinaan, memang hasilnya sudah bagus, namun sistem club ini akan diubah, sehingga anak-anak ini bisa masuk nasional juga, dan bisa terkoneksi dengan PSSI Maluku dan bisa terkoneksi dengan PSSI Pusat, prestasi yang dicapai ini menunjukkan bahwa sepak bola di Maluku itu belum mati,” pungkasnya. (KTL)
























