KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Ada temuan sejumlah bukti yang berpotensi korupsi dilingkup OPD Pemkot Ambon. Setidaknya, ada tiga OPD yang kudu siap-siap dibidik. Benarkah?
Bersih-bersih Pemerintah Kota (Pemkot), Ambon bakal dilakukan tegas oleh Walikota Bodewin Wattimena. Ketegasan ini dilakukan tanpa tebang pilih.
Ada sejumlah dugaan berpotensi korupsi telah ditemukan, didalamnya termasuk tiga dinas atau OPD yang bakal menjadi sasaran dari bersih-bersih itu.
Demikian informasi yang diperoleh Kabar Timur dari sejumlah pejabat dilingkup Pemkot Ambon, Selasa, kemarin.
“Informasi ini valid pak,” kata salah satu pejabat yang meminta namanya tidak dikorankan. Bahkan, dia mengaku, kalau salah satu OPD, sudah masuk radar Kejaksaan untuk mengusutnya.
Dia mengaku, OPD yang sudah masuk dalam daftar penyelidikan Kejaksaan ini, lantaran telah ditemukan sejumlah bukti-bukti yang mengarah pada perbuatan korupsi.
“Bukti-bukti korupsi sangat terang, berupa pemalsuan kwitansi hingga cap. Saya tidak bisa ungkap ini detail. Kalau punya orang di Kejaksaan, bisa dikonfirmasikan info ini,” pintahnya.
Bahkan, informasi ini juga, lanjut dia, telah diketahui Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, ungkapnya. Hanya saja, dia tidak menyebut nama OPD yang masuk radar penyelidikan kejaksaan itu.
“Soal nama OPD, nanti tunggu saja, dalam waktu dekat akan terbuka,” kata sumber itu, seraya mengaku, kejaksaan akan bergerak.
Selain, OPD yang tidak mau disebutkan namanya, sumber itu, mengungkap ada dua OPD lainnya, yakni: Dinas Kesehatan dan Dinas Kebakaran atau Damkar Kota.
Dinkes Ambon, kata dia, misalnya ditemukan ada manipulatif harga obat-obatan untuk dukung program stuting di Kota Ambon. “Itu salah satunya. Dan, masih ada lagi,” ungkapnya.
“Dinas ini sebutnya, bakal masuk gerakan bersih-bersih yang dilakukan Walikota saat ini. Saya, dapat infonya seperti itu.
Sedangkan, OPD berikutnya, adalah Damkar. Dikatakan, Damkar ditemukan sejumlah masalah yang berpotensi korupsi.
Salah satunya, terkait dana-dana miliaran rupiah pada pemeliharaan armada-armada Damkar. “Masih banyak masalah yang perlu dilakukan investigasi oleh media,” sebutnya. (KT)

























