Warga Malteng Lapor Manipulasi Data Pemilu

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM.MASOHI- Dua warga Masohi melaporkan adanya dugaan penyimpanan hasil Pemilu 2024 di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kecamatan Kota Masohi, kepada Bawaslu setempat, lantaran hasil suara Pemilu disejumlah TPS tidak dipajang.

Kedua warga melapor  adalah: Achmad.A.Tomu dan Ismar Marasabessy. Laporan keduanya diterima Staf Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Malteng, John Leiwakabessy.

John menegaskan, akan menindaklanjuti laporan tersebut dan menunggu laporan tertulis dari keduanya. “Kami telah menerima laporan, namun kami minta laporannya tertulis dan terperinci. Sehingga dapat diketahui apa yang terjadi, supaya dapat ditindaklanjuti pihaknya,” kata Jhon.

Kepada awak media usai melaporkan kepada Bawaslu, Ahmad Tomu mengatakan, laporan secara cepat itu karena perintah Undang-Undang. Sebagai fungsi kontrol pengawasan dan khususnya lagi pada kegiatan agenda nasional pemilihan umum tahun 2024, Bawaslu harus bergerak, kata dia.

“Yang kami sampaikan merupakan bagian dari edukasi politik kepada warga. Terkait hasil pemungutan suara sebagaimana yang tertuang pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum,” ujarnya.

Objek daripada yang diawasi, sambung dia, adalah unsur penyelenggara di tingkat desa maupun kelurahan. Yang mana perintah undang-undang tersebut di pasal 391, PPS berkewajiban untuk menginformasikan mempublikasikan hasil pemungutan suara dan bukan dipersulit, apalagi ditutupi.

“Dipublikasikan, diinformasikan di tempat-tempat umum dan terbuka. Karena itu merupakan kewajiban penyelenggara, dalam hal ini unsur PPS. Dan itu merupakan hak bagi warga masyarakat yang membutuhkan informasi dan data tersebut,” jelasnya.

“Nah.. ini penting dan saya berharap masyarakat mengawal ini. Jika tidak diatur oleh penyelenggara atau oknum penyelenggara, maka mewakili masyarakat kami sudah melaporkan objek laporannya ada pada penyelenggara ke Bawaslu kabupaten Maluku Tengah,” ajaknya.

“Kami meminta kepada masyarakat, mendokumentasikan sekretariat PPS yang berada pada wilayahnya semua dalam bentuk video foto, apakah di tempat-tempat umum, difoto dan dibawa agar kita menunjukkan, supaya Pemilu ini bisa berjalan aman damai transparan sehingga sukses untuk Pemilu 2024,” tandasnya.(KTA)

Komentar

Loading...