Korupsi Gereja Akoon Tunggu Hitung Kerugian Negara

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON - Akhirnya perkara dugaan korupsi pembangunan gedung Gereja Bethesda Negeri Akoon, Kecamatan Nusalaut Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) sudah ada titik terang.

Ini setelah pihak Cabjari Saparua Kabupaten Malteng berkoordinasi dengan tim auditor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku dalam rangka penghitungan kerugian negara yang muncul di perkara itu.

Kepala Cabang Kejari (Cabjari) Saparua Ardy SH MH menjelaskan pihaknya sudah lakukan ekspos perkara di Kejati.

"Sementara jalan, sudah ekspose dengan tim auditor. Ini tinggal tunggu info dari tim auditor Kejati untuk kami siapkan data-data yang diperlukan," akui Kcabajari Saparua itu kepada Kabar Timur Minggu (18/2) melalui pesan whatsapp.

Sebelumnya Ardy menjelaskan pihaknya juga Sudah berkoordinasi dengan tim auditor Kejati Maluku untuk menghitung jumlah kerugian negara yang timbul di perkara ini.

Ketika ditanyakan berapa jumlah kerugian negara yang timbul di perkara ini Ardy menyatakan sekira Rp 280 juta.

"Tapi itu perkiraan tim penyidik, makanya perlu audit untuk dapatkan nilai kerugian rielnya seperti apa," jelas Ardy.

Sekadar tahu saja, dugaan korupsi pembangunan gedung Gereja Bethesda Negeri Akoon Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Malteng ini dianggarkan oleh Pemprov Maluku dan Pemda Malteng. Yang mana pembangunan Gereja tersebut menggunakan dana hibah Pemprov Maluku dan Pemkab Malteng TA 2018-2022.

Sementara hibah Pemprov tahun 2020 senilai Rp200 juta berdasarkan SP2D Nomor: 0273/LSB/2020 tanggal 23 Juli 2020. Kemudian tahun 2021 Rp.100 juta berdasarkan SP2D Nomor 0626/LSB/2020 tanggal 16 Desember 2020.

Sedangkan dana hibah Pemkab Malteng yang digelontorkan untuk panitia pusat sebesar Rp95 juta. Alhasil total hibah Pemprov Maluku dan Pemkab Malteng yang diterima pihak panitia senilai Rp 555 juta. (KTA)

Komentar

Loading...