Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Sorot

Kontraktor Mahia Garap Sejumlah Proyek Jumbo di Pemkot Ambon

badge-check


Kontraktor Mahia Garap Sejumlah Proyek Jumbo di Pemkot Ambon Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Dia berhasil garap sejumlah paket proyek jumbo di Lingkup Pemkot Ambon, lantaran berani setor besar. Benarkah?

Kendati dua kali telah diberikan adendum di proyek talud Mahia yang sempat mangkrak dan kini mulai digarap (dikerjakan), tidak membuat kendur Tim Penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati), Maluku, untuk tidak mengusutnya.

Pasalnya, proyek mangkrak yang kini telah digarap dan diberikan adendum kedua untuk kontraktor bernama:  Tayib Sowakul, tetap akan diusut. “Kita tetap usut. Tidak ada istilah tidak. Tunggu saja,” kata salah satu sumber di Kejati Maluku, menjawab Kabar Timur, via teleponnya, Minggu, kemarin.

Dia mengaku, mangkraknya proyek itu pertama kali ditemukan pihaknya. “Setelah ramai diberitakan media, tiba-tiba proyek dikerjakan. Yang temukan itu, kan kita. Tiba-tiba saja sudah ada adendum, setelah masa kerja atau kontrak kerja selesai. Yang pasti kita akan usut,” tegasnya.

Proyek Talud di Dusun Mahia, bernilai Rp 1,4 miliar, mulai dikerjakan 2023 dan sudah harus rampung, November 2023. Kontraktor Tayib Sowakul menggunakan bendera CV Rigel Imanuel.  Perusahan ini kerap dipinjam sejumlah pihak dalam mengerjakan proyek-proyek dilingkup Pemkot Ambon.

Inforamsi lain yang dihimpun Kabar Timur menyebutkan, Tayib Sowakul di tahun 2023, menggarap sejumlah proyek “jumbo” di Pemkot Ambon. Setidaknya, ada dua proyek lain bernilai diatas proyek Talud Mahia yang dikerjakan Tayib.

“Proyek ruang terbuka hijau di Tapal Kuda dan proyek Laboratorium Kesehatan Kota Ambon.  Paket proyek ini juga dikerjakan Tayib.  Tapi, modusnya sama dengan proyek Talud Mahia. Tayib kerja, tapi gunakan bendera atau perusahaan orang,” ungkap sumber Kabar Timur.

Pj Walikota Ambon, Bodewin Wattimena yang dikonfirmasi Kabar Timur terkait dengan ada sejumlah paket proyek yang dikerjakan kontraktor Talud Mahia bernama: Tayib Sowakul, tidak menampiknya. “Iya, benar. Tapi, saya belum bisa pastikan,” kata Bodewin.

Sedangkan, informasi lainnya menyebutkan, Tayib Sowakul yang berhasil menggarap sejumlah paket proyek jumbo di Lingkup Pemkot Ambon, lantaran yang bersangkutan berani setor “besar.”

Ditanya demikian, kepada Bodewin Wattimena, dia menegaskan, bila ada informasi seperti itu, patut diusut.

“Kalau ada informasi seperti itu, silahkan diusut dan diungkap oleh aparat penegak hukum. Karena saya tidak pernah campur tangan untuk masalah-masalah proyek. Silahkan diusut,” tegas Bodewin Wattimena, yang dihubungi terpisah Kabar Timur via telepon selulernya, Minggu, kemarin.

Bodewin Wattimena mengaku, dirinya mendukung penuh upaya aparet penegak hukum mengusut Proye Talud Mahia, dan proyek-proyek lain yang bermasalah termasuk soal setor menyetor uang pihak kontraktor kepada pejabat-pejabat dilingkup Kota Ambon.

“Saya kira, bila aparat penegak hukum ingin mengusut, silahkan. Dengan pengusutan itu, maka semua menjadi terang,” sambungnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pj Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, Selasa, pekan lalu, bergerak menuju lokasi proyek.

Di lokasi proyek dia melihat langsung kondisinya sesuai apa yang dituliskan di sejumlah media. Dan, Wattimena, kaget, proyek tersebut ternyata telah dua kali diberikan adendum.

“Sudah dua kali adendum, pak,” kata Frits, salah satu pejabat di BPBD Kota, yang berada di lokasi proyek itu. Selain,  BPBD Kota, juga terlihat kontraktor dan konsultan di proyek itu, juga hadir.

Sesuai adendum kedua, batas akhir pelaksanaan proyek, harus rampung pada, 19 Februari 2024, bulan ini.

“Apakah, dengan pekerja yang sedikit ini, proyek bisa dirampung pada batas akhir adendum ini,”  tanya Pj Walikota, kepada kontraktor yang diketahui bernama Tayib.

“Kamu, jangan main-main dengan proyak ini. Kalau kamu main-main akan tanggung akibatnya,” ancam Pj Walikota menyambung.

Pihak kontraktor yang mengerjakan proyek ini, dianggap tidak profesional. Selama pekerjaan proyek itu dilakukan, setidaknya sudah empat kali melakukan pergantian pekerja.

“Ini sudah keempat kali, pekerja yang memborong pekerjaan itu diganti,” ungkap warga di daerah itu, kepada Pj Walikota.

Konsultan pengawasan proyek itu,  mengaku, sudah berulang kali memperingatkan pihak kontraktor, tapi, selalu terabaikan.

“Berulang-ulang, kami turun ke lokasi dan memperingatkan pekerjaan proyek itu, tapi selalu mendapatkan jawaban yang sama. Mungkin karena faktor dana,” ungkap salah satu staf konsultan pengawas.

Pj Walikota menegaskan, pihaknya akan melakukan putus kontrak atas pekerjaan ini, bila batas akhir pekerjaan, proyek ini belum rampung atau beres.

“Kalau tidak becus dan beres pekerjaannya, putus kontraknya dan hitung volume kerja dengan dana yang sudah dicair. Nanti, ditender berikutnya pada anggaran perubahan, untuk tuntaskan proyek ini,” tegas Pj Walikota.

Konsultan pengawas mengaku, pelaksanaan atau pekerjaan, sampai hari ini (kemarin), baru mencapai 50 persen. Sementara dana yang dicair telah mencapai angka 80 persen.

“Dana yang telah dicairkan, Rp 900 juta lebih,” kata salah satu staf di Pemkot Ambon, kepada Pj Walikota, setelah yang bersangkutan memastikan lewat hubungan telepon dari bagian keuangan.

Dengan dana yang telah dicairkan itu, kata Walikota, mestinya pekerjaan ini sudah rampung atau beres bukan seperti saat ini.  “Konsultan pengawas, bagaimana bisa seperti ini. Pencairan dana proyek dilakukan sesuai hitung-hitungan volume kerja yang diajukan konsultan,” tanya Walikota kepada konsultan pengawas.

Konsultan  berusaha berdalih, tapi Walikota terus menyudutkannya. “Celaka kalian bila kerja seperti ini,” kata Walikota.

Sementara Tayib sang kontraktor pekerjaan paket proyek itu, tampak uring-uringan dengan kepala tukang. Dia terlihat binggung. Dan, dari wajah dan penampilan, Tayib sepertinya orang baru  yang baru belajar tangani proyek besar.

Tak lama, Tayib pamit pulang dari lokasi proyek. Dan, bergegas menuju salah satu tukang ojek yang tengah menunggunya dari tadi. Bersama tukang ojek itu, Tayib pun melaju pulang, meninggalkan rombong Pj Walikota yang masih berada di lokasi proyek.  (KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Resmi Groundbreaking Blok Masela Dari Jakarta, Presiden: Ini Utang Saya ke Rakyat Maluku

16 Juli 2026 - 22:47 WIT

BP2JK Maluku Diduga Jadi Sarang Suap Tender Proyek Kontraktor “Kakap”

15 Juli 2026 - 22:26 WIT

BPJN Maluku Pastikan Preservasi Jalan Seram–Wailoping Jalan Sesuai Kontrak Multi Years Hingga Oktober 2026

15 Juli 2026 - 22:00 WIT

Polda Maluku Pastikan Keamanan Kunjungan Presiden ke Blok Masela

14 Juli 2026 - 22:53 WIT

Trending di Maluku