KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Dibangun tahun 2008 usai MTQ Masohi dan mangkrak di masa pemerintahan Abdullah Tuasikal, tapi 16 tahun kemudian Gedung Islamic Center Masohi akhirnya diresmikan Pj Bupati Malteng Rakib Sahubawa, Jum’at (8/12)
Dalam sambutannya, Pj Bupati Malteng Rakib Sahubawa mengatakan, Gedung Islamic Center bukan sekadar bangunan fisik. Tetapi merupakan simbol kebersamaan dan kecintaan umat Muslim di Masohi dan sekitarnya.
“Gedung Islamic Center ini sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial untuk pengembangan potensi umat,” ingat Pj Bupati Malteng.
Menurutnya, Gedung Islamic Center dan Masjid Ibnu Abdullah adalah bukti komitmen Pemkab Malteng guna memperkuat spiritualitas umat. Karena itu Pj Bupati minta semua pihak, terutama umat Muslim Masohi dan sekitarnya menjadikan gedung tersebut pusat kebaikan dan perdamaian.
Peresmian Gedung Islamic Center dilakukan setelah penyerahan kunci dari Kadis PU Malteng Hasan Firdusi kepada Pj Bupati Malteng Rakib Sahubawa sebelum membuka pintu gedung.
Sementara itu pada pukul 11.00 WIT, usai melantik Ketua DPW PKK Malteng di Baileo Soekarno Masohi yang tidak berjauhan dengan Masjid Ibnu Abdullah yang awalnya bernama Al Muawanah pada era 80an itu. Nama mesjid tersebut diberikan oleh seluruh tokoh agama dan masyarakat sebelum pemekaran Kabupaten Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat (SBB) dan Seram Bagian Timur (SBT)
Al Muawanah berarti bantu-membantu atau menghilangkan kesukaran bersama atau gotong-royong. Sesuai nama pemberian Presiden RI pertama Soekarno, ketika meletakkan batu pertama masjid tersebut dengan nama Masohi atau gotong royong. (KTA)


























