Jalan SS Rusak Parah, Balai Jalan Diminta Perhatikan Sebelum Diusut

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON - Bukan saja ruas jalan Saleman-Bessi dikerjakan oleh pihak Balai Jalan yang berkantor di wilayah Kota Jawa Kota Ambon itu, ruas jalan di gunung SS juga bermasalah. Fakta di lapangan, pekerjaan terkesan asal jadi saja.

"Yang beta baru kirim tuh lokasinya di sekitar rumah makan SS," ungkap sumber jaksa Kejari Malteng kepada Kabar Timur Selasa (7/11) melalui pesan whatsapp.

Sumber menjelaskan, kondisi ruas jalan Saleman-Bessi, masalahnya sama dengan ruas jalan SS. Diperbaiki, namun belum sampai satu bulan rusak lagi.

"Waktunya cuma satu bulan setelah diperbaiki rusak lagi," ungkapnya.

Dikatakannya, tiap tahun ada proyek pemeliharaan. Tapi Ironisnya tiap tahun kembali diperbaiki, dan itu terjadi sejak tahun 2018 sampai tahun 2023 ini.

"Dugaannya, ini akibat penggunaan material yang sama dengan Saleman-Bessi. Yaitu material gunung yang tidak spesifikasi," ujar sumber.

Menurut sumber, kontraktor berbasis di Sulawesi. Yang kemudian membuka cabang di Papua, lalu digunakan oleh pihak Balai Jalan Provinsi Maluku.

Sebelumnya diberitakan kerusakan terjadi setiap tahun di lokasi yang sama, itu terjadi antara 1-2 bulan. Padahal dana pemeliharaan digelotorkan milyaran rupiah.

Jalan yang rusak parah ini berada di posisi Kilo Meter 17, yaitu ruas jalan Saleman - Besi. "Yang digunakan adalah material karang gunung yang tidak sesuai spesifikasi teknik," ungkap sumber Kabar Timur,  Senin (6/11) melalui pesan whatsapp.

"Ini barang su lama terjadi, tapi seng ada yg ekspos (publikasi) akang," sesal sumber.

Sementara material diperoleh dengan harga mura meriah. Yang mana dalam kontrak material untuk klas S/pondasi jalan sekitar 700/kubik.

"Itu mereka beli dengan 50 ribu rupiah per satu truk, bayangkan bos," ucap sumber. (KTA)

Komentar

Loading...